Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.
JAKARTA – Pemerintah Indonesia menerima kunjungan kehormatan dari Kepala Departemen Pengembangan Peralatan Komisi Militer Pusat Republik Rakyat Tiongkok, Jenderal Xu Xieqiang, dalam rangka mempererat hubungan bilateral di bidang pertahanan, khususnya pengembangan teknologi militer dan industri strategis, Selasa (5/8/2025).
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kerja sama, ditandai dengan jamuan makan malam resmi yang menjadi forum diskusi antara kedua pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Xu menyampaikan fokus utama dari departemen yang dipimpinnya, yakni penguatan inovasi dan teknologi militer sebagai tulang punggung pertahanan modern. Pihak Indonesia menyambut baik peluang kolaborasi strategis ini, terutama dalam mendukung visi kemandirian industri pertahanan nasional.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok di sektor pertahanan. Kami berdiskusi tentang pengembangan teknologi militer dan potensi kerja sama alih teknologi yang saling menguntungkan,” ungkap pejabat Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam perbincangan yang berlangsung bersahabat, kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama strategis di bidang riset, pengembangan peralatan militer, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi. Langkah ini dinilai krusial dalam mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing global dalam menghadapi tantangan keamanan regional dan internasional.
Kerja sama ini juga sejalan dengan prioritas nasional dalam menciptakan ekosistem industri pertahanan yang tangguh, modern, dan berkelanjutan, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional.
Hubungan pertahanan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan Jenderal Xu menjadi bagian dari rangkaian diplomasi pertahanan kedua negara yang berorientasi pada perdamaian kawasan, stabilitas strategis, dan peningkatan kapasitas pertahanan masing-masing pihak.
Pertemuan ini diharapkan membuka ruang kolaborasi baru di masa depan, termasuk dalam hal produksi bersama, pelatihan teknis, hingga investasi di bidang industri militer yang berbasis inovasi dan teknologi tinggi.**








