Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Mengunjungi para pengrajin anyaman nentu di Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Anyaman Nentu adalah kerajinan tangan khas Muna, yang dibuat dari batang tanaman merambat yang disebut “Nentu” atau paku hata.
Dalam sesi wawancara bersama Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tenggara, mengungkapkan bahwa
“Melihat produk anyaman yang dihasilkan oleh pengrajin dengan memanfaatkan SDM di sekitar Desa Korihi. Tentu itu menjadi langkah baik untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan mendorong SDM yang ada.” Ujar Rabia Al Adawia
Selain itu, saya diperlihatkan Piagam Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, yang menandai klasifikasi bintang dua (2) untuk komoditi anyaman. Ini adalah bukti nyata bahwa warisan budaya Muna memiliki kualitas dan nilai yang diakui secara nasional. Ini bukan hanya kerajinan, tapi juga kebanggaan bagi Sulawesi Tenggara. Tambah anggota DPD RI dapil Sultra
Rabia Al Adawia Ridwan turut mengajak seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna, “untuk terus mendukung karya-karya luar biasa ini seperti anyaman nentu agar terus berkembang dan menjadi inspirasi sehingga anyaman Nentu bisa go global,” tutup Rabia.**








