Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – Ketua Yayasan Persekolahan Sukma Pusat, Romo Patrik Josaphat Dharsam Guru, Drs., M.A., atau yang akrab disapa Romo Papi, menyatakan dukungan penuh atas himbauan Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, agar semua pihak menahan diri dan menjaga suasana kondusif di SDK Ruteng II. Menurutnya, sikap Bupati merupakan langkah bijak untuk meredam ketegangan terkait polemik dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Tentu sebagai Kepala Daerah, Bupati Hery mengharapkan penyelesaian masalah yang berlandaskan data akurat. Kami sangat mengapresiasi himbauan Bapak Bupati. Itu penting agar suasana tetap tenang. Tetapi perlu juga dipahami, menahan diri bukan berarti kehilangan suara kritis. Guru-guru maupun pihak Yayasan tetap memiliki ruang menyampaikan masukan, tentunya dengan cara yang bijak dan tidak memicu konflik,” ujar Romo Papi saat dimintai tanggapan media, Sabtu (17/8/2025).
Mengenai dana BOS, Romo Papi menegaskan Yayasan tidak akan mencampuri terlalu jauh, karena dana tersebut adalah kewenangan pemerintah. “Sebagaimana penyampaian Bupati, kami menanti langkah Inspektorat. Biarlah pemeriksaan dilakukan secara obyektif agar semua menjadi jelas dan tidak ada lagi kecurigaan,” tegasnya.
“Kami menyambut baik turunnya Inspektorat. Itu langkah konkrit untuk memastikan pengelolaan dana benar-benar sesuai aturan.”
Menanggapi keluhan guru yang menyebut tidak adanya ruang tanya jawab ketika Sekretaris Dinas PPO berkunjung ke SDK Ruteng II, Romo Papi memberikan jawaban diplomatis.
“Mungkin karena beliau hadir mewakili, sehingga datang untuk menyampaikan pikiran Kadis PPO. Wajar kalau tidak ada dialog, sebab Sekdis PPO tentu berhati-hati agar tidak salah menjawab hal-hal yang bukan ranah kewenangannya, apalagi menyangkut dugaan penyalahgunaan dana yang belum pasti dan isu ini sangat sensitif,” jelasnya.
Meski demikian, Romo Papi menilai langkah Inspektorat nantinya perlu disertai dengan ruang komunikasi yang lebih terbuka.
“Apakah memungkinkan ada ruang tanya jawab dengan Inspektorat? Itu harapan kami, supaya tidak ada kesan satu arah dan guru-guru bisa mendapat penjelasan yang lebih lengkap,” ungkapnya.
Menurutnya, pemeriksaan yang transparan dan dialogis akan membawa dampak positif, bukan hanya bagi SDK Ruteng II, tetapi juga bagi iklim pendidikan di Manggarai secara umum.
“Pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat,” tutup Ketua Yayasan Sukma Pusat tersebut.
Menutup keterangannya, Romo Papi mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat kebersamaan.
“Mari dalam semangat Kemerdekaan RI ke-80 tahun, kita selesaikan persoalan dengan hati penuh kasih yang menyejukkan semua pihak. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluar. Bangsa ini pernah dijajah, namun akhirnya menemukan jalan keluar menuju kemerdekaan. Maka, yakinlah, kita pun bisa mencari jalan terbaik. Merdeka!”.**








