Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardin.
MUNA, SULTRA – Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan, seorang senator perempuan dari Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, sering menekankan pentingnya ketulusan dan pengabdian dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Berdasarkan beberapa pernyataan publiknya, termasuk di media sosial, Wa Ode Rabia mengaitkan pengabdian yang tulus dengan komitmen untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat. Berikut poin-poin utama dari pandangannya :
1. Pengabdian Berkelanjutan : Wa Ode Rabia melihat pengabdian sebagai sebuah komitmen yang harus terus dilanjutkan, bukan hanya berhenti di satu titik. Ia menyebutkan “melanjutkan semangat pengabdian” sebagai dorongan untuk terus berbenah dan berkarya bagi daerah.
2. Ketulusan dari Hati yang Ikhlas : Ia pernah membagikan kutipan di media sosial bahwa “Ketulusan dalam pengabdian lahir dari hati yang ikhlas.” Hal ini menunjukkan bahwa baginya, pengabdian sejati tidak hanya sebatas tanggung jawab, tetapi juga didasari oleh motivasi dan niat yang murni.
3. Berjuang di Atas Daulat Rakyat : Dalam menjalankan tugasnya, Wa Ode Rabia berpegang pada prinsip “berjuang di atas daulat rakyat,” yang berarti setiap perjuangan dan keputusan harus didasarkan pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang ia wakili. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian yang tulus.
Menurut Wa Ode Rabia, Secara keseluruhan “pengabdian yang tulus adalah sebuah perjalanan yang diisi dengan komitmen berkelanjutan, niat yang ikhlas, dan perjuangan yang berlandaskan pada kepentingan rakyat.**








