Prayoga, Pianis Difabel Asal Surabaya yang Tetap Bersinar di Dunia Musik

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri. 

SURABAYA, JATIM – Keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya. Hal itu dibuktikan oleh Prayoga, musisi asal Surabaya yang meski menyandang low vision atau gangguan penglihatan, tetap konsisten menekuni dunia musik dan berkarier sebagai pemain keyboard profesional selama hampir 16 tahun.

Prayoga mulai mengenal alat musik keyboard sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Ia menempuh pendidikan di SLB A BAP Tegal Sari, Surabaya, tempat di mana bakat musiknya mulai tumbuh. Seiring waktu, kecintaannya pada musik membawanya menapaki karier profesional sebagai pemain keyboard sejak tahun 2009.

Kini, lebih dari satu setengah dekade berkarya, pria asal Kelurahan Karah, Surabaya ini telah tampil di berbagai kafe dan panggung musik di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Lamongan.

“Musik adalah bagian hidup saya. Walaupun saya memiliki keterbatasan penglihatan, saya ingin terus berkarya dan berbagi semangat lewat musik,” ujar Prayoga dengan penuh keyakinan.

Dalam perjalanan kariernya, Prayoga telah banyak berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi populer tanah air, antara lain Hera Avi, Sodik dan Wiwik Sagita, serta Ayu Susan. Ia juga kerap mengiringi penampilan penyanyi yang tengah naik daun seperti Anisa TikTok dan Rini Cahya, yang dikenal sebagai penyanyi cantik dan enerjik di panggung hiburan Jawa Timur.

Malam ini (26/10/2025), Prayoga kembali tampil di De Café Mastrip Kemlaten, Karang Pilang, Surabaya, mengiringi penampilan Rini Cahya dalam acara musik mingguan yang dihadiri puluhan penikmat musik lokal.

Ketekunan dan semangat Prayoga menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi penyandang disabilitas lain untuk terus berkarya dan tidak menyerah pada keterbatasan.

“Saya ingin membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Selama kita punya semangat dan kemauan, kita bisa melakukan apa pun,” tutup Prayoga dengan senyum.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Prayoga tidak hanya mengharumkan nama Surabaya, tetapi juga menjadi teladan tentang arti ketekunan dan keberanian dalam mengejar mimpi di dunia musik Indonesia.**

Pos terkait