Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Pemerintah Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya, menggelar kegiatan penyuluhan bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area depan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus Lidah Wetan, pada Kamis (30/10/2025), bertempat di kantor Kecamatan Wiyung.
Kegiatan penyuluhan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh pedagang yang biasa berjualan di sekitar area danau Unesa. Hadir pula Camat Wiyung, Budi Budiono, S.Pd., M.M., bersama jajaran Koramil Karangpilang, Polsek Wiyung, Satpol PP Kecamatan Wiyung, serta perwakilan Kelurahan Babatan dan Kelurahan Wiyung yang diwakili oleh Kasi Bangtrantib.
Dalam arahannya, Camat Wiyung menegaskan bahwa seluruh pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut hanya diperbolehkan membuka lapak mulai pukul 17.00 WIB. Larangan berjualan pada pagi dan siang hari diberlakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan kawasan Unesa dengan sejumlah perumahan elite seperti Citra Raya, Graha Famili, dan Bukit Golf, serta akses menuju Mall Pakuwon, Jalan HR Muhammad, Gadel, hingga Kejaksaan Negeri Surabaya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, Kasi Bangtrantib, dan pihak kelurahan agar aturan jam operasional PKL ini disepakati bersama. Hal ini demi menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat tersebut,” ujar Camat Wiyung, Budi Budiono, dalam sambutannya.
Selain soal jam operasional, pihak kecamatan juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan di sekitar lokasi berjualan agar tetap nyaman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar maupun civitas akademika Unesa.
Beberapa pedagang yang ditemui Sorotnews Surabaya menyampaikan kesepakatannya dengan aturan tersebut. Mereka menyatakan siap mematuhi kebijakan jam buka lapak mulai pukul 17.00 WIB sebagaimana yang telah ditetapkan pihak kecamatan.
“Kami setuju untuk mulai jualan jam lima sore. Yang penting kami masih bisa berusaha dengan tertib tanpa mengganggu jalan,” ungkap salah satu pedagang yang biasa berjualan di kawasan danau Unesa.
Dengan adanya penyuluhan ini, pemerintah kecamatan berharap seluruh PKL dapat beraktivitas dengan tertib, menjaga kebersihan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman di kawasan sekitar kampus Unesa Wiyung.**








