Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi.
MATARAM, NTB — Lombok Utara. Sosok Japra Saparindi, atau yang akrab disapa Ko Japra, kian dikenal sebagai figur penting dalam gerakan sosial dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Lombok Utara. Lahir dan besar di Kebon Roik, Ampenan, Kota Mataram, pria Buddhis yang dikenal rendah hati ini disebut-sebut menghabiskan 90 persen kehidupannya untuk kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pembinaan anak muda.
Meski berperan besar di masyarakat, Ko Japra tidak pernah memosisikan diri sebagai tokoh besar. Ia lebih sering terlihat di lapangan, membantu masyarakat kecil, mengangkut logistik, menyalurkan bantuan, hingga mendampingi para remaja berlatih sepak bola.
Profil Ko Japra : Nama Lengkap : Japra Saparindi. Nama Panggilan : Ko Japra. Asal : Kebon Roik, Ampenan – Kota Mataram. Tradisi/Agama : Buddhis. Karakter dikenal : Rendah hati, dermawan, bekerja dalam senyap, tidak suka dipuji. Fokus Pengabdian : Bantuan sosial dan kemanusiaan. Pembinaan remaja & olahraga U-15. Pemberdayaan masyarakat. Penguatan toleransi dan kerukunan umat beragama.
Ko Japra dikenal aktif dalam berbagai hal yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat. Perannya meliputi:
1. Bantuan Kemanusiaan
Ia hadir membantu masyarakat kurang mampu, warga yang sakit, hingga korban bencana—tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau latar belakang.
2. Penguatan Sarana Sosial
Ko Japra turut mendukung pembangunan fasilitas umum, sarana ibadah, lapangan olahraga anak-anak, serta kegiatan kepemudaan.
3. Kerja Sama Lintas Agama
Meski memeluk ajaran Buddhis, ia dekat dengan tokoh Muslim, Hindu, Kristen, maupun adat. Kehadirannya dalam berbagai acara lintas agama menjadi simbol kerukunan di Lombok Utara.
4. Pendampingan Anak dan Remaja
Ko Japra menaruh perhatian besar pada pembinaan generasi muda. Ia kerap mengantar pemain, menyediakan perlengkapan, memberikan motivasi, hingga membiayai kebutuhan latihan anak-anak U-15.
Komitmen Ko Japra dalam pengembangan sepak bola usia dini berangkat dari kepeduliannya terhadap potensi anak-anak pedesaan yang masih kurang difasilitasi. Berbagai dukungan yang ia berikan antara lain: Penyediaan bola, rompi latihan, dan perlengkapan. Dukungan transport atau honor pelatih. Kostum lengkap tim. Konsumsi dan kebutuhan pertandingan. Pembentukan mental dan disiplin pemain.
Upaya ini membuat latihan para pemain jauh lebih terstruktur sekaligus membangkitkan atmosfer olahraga yang lebih hidup di Lombok Utara.
No Tahun Turnamen Tingkat Hasil : (1) 2023 Liga Pelajar U-15 Kabupaten Juara 1. (2). 2024 Turnamen Remaja Cup Kecamatan Juara 1. (3). 2024 Friendly Match se-KLU Daerah Tidak terkalahkan. (4). 2025 Seleksi Tim Pelajar NTB Provinsi 3 pemain lolos seleksi. (5). 2025 Turnamen U-15 Meriah Cup Kabupaten Finalis.
Rangkaian prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan Ko Japra bukan sekadar kegiatan sosial selingan, melainkan program serius dan konsisten.
Ko Japra mengutip kalimat ini “Anak-anak ini masa depan daerah. Kalau kita bantu dari sekarang, mereka akan jadi anak-anak baik, disiplin, dan bermanfaat. Itu saja niat saya.”
“Ko Japra itu orang baik. Banyak membantu, tapi tidak pernah ingin disebut. Itu yang membuat masyarakat semakin hormat.”
“Tanpa dukungan Ko Japra, mungkin anak-anak tidak akan punya kesempatan sebesar ini. Beliau bukan hanya donatur, tapi pembina yang hadir setiap hari.”.
Ini kata Orang Tua Pemain, “Anak saya bisa ikut turnamen sampai tingkat provinsi karena Ko Japra. Ia sudah seperti orang tua kedua bagi mereka.”
Sebagai daerah yang dikenal harmonis, Lombok Utara memiliki banyak figur pemersatu salah satunya Ko Japra. Ia hadir di berbagai kegiatan lintas agama dan tidak pernah membedakan siapa pun. Perannya menjadi simbol bahwa toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dengan rekam jejak sosial yang luas, keterlibatannya dalam pembinaan olahraga, serta kepribadian yang rendah hati, Ko Japra menjadi salah satu tokoh yang memberi warna positif bagi Lombok Utara. Ia membuktikan bahwa perubahan besar dapat lahir dari ketulusan, kepedulian, dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat.
Ko Japra bukan hanya inspirasi—ia adalah teladan bahwa seorang individu yang tulus dapat memberi dampak bagi banyak orang.**








