Laporan wartawan sorotnews.co.id : Slamet.
TEGAL, JATENG – Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui aksi nyata. Pada Senin (19/01), Pos Bapas Tegal melaksanakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan yang dipusatkan di area Pos Bapas Tegal dan kompleks Kantor Urusan Agama (KUA) Adiwerna, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan sosial Bapas Kelas II Pekalongan dalam memperkuat peran pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Aksi sosial tersebut melibatkan 20 orang klien Bapas Kelas II Pekalongan. Mereka terdiri atas 17 klien yang sedang menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB) dan 3 klien Cuti Bersyarat (CB). Keterlibatan para klien ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu menjaga kebersihan fasilitas publik, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran agar mereka mampu beradaptasi kembali dan berkontribusi positif di lingkungan sosial.
Sejak pagi, para klien tampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong membersihkan halaman, menyapu area sekitar gedung, hingga merapikan taman. Pembagian tugas dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab, mencerminkan kesadaran serta komitmen mereka untuk menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Lebih dari sekadar menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, kerja bakti ini memiliki nilai pembinaan mental yang kuat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, para klien diharapkan dapat menumbuhkan rasa disiplin, kepedulian, serta rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam proses pembimbingan di luar lembaga pemasyarakatan, sekaligus mendukung keberhasilan reintegrasi sosial.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman di bawah pengawasan petugas Bapas. Sinergi yang terjalin antara petugas, klien, dan pihak KUA Adiwerna menciptakan suasana kerja bakti yang kondusif. Hasilnya, lingkungan fasilitas publik menjadi lebih bersih dan nyaman, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Bapas Pekalongan selaku Bapas Induk dari Pos Bapas Tegal, Tri Haryanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara petugas, klien, dan masyarakat merupakan wujud nyata pembimbingan pemasyarakatan yang humanis. Menurutnya, pendekatan yang berorientasi pada pemulihan hubungan hidup dan penghidupan menjadi kunci keberhasilan klien dalam kembali menjalani peran sosialnya secara positif di tengah masyarakat.**








