Laporan wartawan sorotnews.co.id : Endi Tarwadi.
LOMBOK UTARA, NTB — Perjalanan hidup Artadi, S.Sos kembali menjadi perhatian publik. Sosok yang dikenal sebagai salah satu anggota DPRD Lombok Utara ini dinilai inspiratif berkat perjuangannya meniti karier dari nol hingga dipercaya menjabat selama tiga periode.
Hal tersebut terungkap dalam wawancara langsung tim Sorotnews NTB di kediamannya, Senin (24/3/2026). Dalam perbincangan tersebut, Artadi membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan sejak masa kecil hingga mencapai posisinya saat ini.
Artadi lahir dan besar di Dusun Tuti, Desa Sokong, Lombok Utara, dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia telah terbiasa bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarga. Di antaranya dengan menjual kayu bakar sebelum berangkat sekolah serta berjualan es mambo di lingkungan sekolah.
Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya untuk mengenyam pendidikan. Ia bahkan harus mandi di sungai sebelum masuk kelas. Saat melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 1 Tanjung, Artadi menempuh perjalanan dengan berjalan kaki setiap hari.
Usai menamatkan pendidikan menengah pertama, Artadi melanjutkan ke SPP Negeri Mataram dengan mengambil jurusan hortikultura. Berkat prestasinya, ia berhasil meraih beasiswa Supersemar dan lulus pada tahun 2001.
Namun, perjalanan hidupnya tidak serta-merta berjalan mulus. Setelah lulus, Artadi sempat menganggur sebelum akhirnya bekerja sebagai tukang ojek selama dua tahun dengan sepeda motor yang masih dalam masa kredit. Di tengah keterbatasan tersebut, ia mulai merintis usaha kecil dengan berdagang mete dan hasil bumi lainnya.
Kesempatan kemudian datang saat ia dipercaya menjadi staf Desa Sokong sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan. Meski telah memiliki pekerjaan tetap, Artadi tetap menjalankan usaha sampingan sebagai bentuk kerja keras dan kemandirian ekonomi.
Pengalaman kerjanya pun semakin beragam. Ia pernah menjadi penyuluh pertanian tenaga kontrak pusat, guru madrasah selama tiga tahun, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sebanyak tiga kali, hingga sempat bekerja di Dinas Pekerjaan Umum.
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2014 saat ia memutuskan untuk mundur dari berbagai pekerjaan dan maju sebagai calon anggota DPRD Lombok Utara.
“Banyak yang menganggap keputusan itu nekat. Namun saya yakin, selama kita berani mencoba dan berusaha, pasti ada jalan,” ujar Artadi.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Ia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Lombok Utara dan terus mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga tiga periode berturut-turut sejak 2014 hingga 2026.
Di tengah kiprahnya sebagai wakil rakyat, Artadi dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Ia bahkan mendapat julukan “KDM-nya Lombok Utara”, yang mencerminkan kedekatan emosional serta kepercayaan masyarakat terhadap dirinya.
“Iya, ini bukan pencitraan, ini nyata,” ungkap salah satu warga yang hadir saat wawancara berlangsung.
Kisah hidup Artadi menjadi cerminan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keberanian dalam mengambil keputusan dapat mengubah nasib seseorang. Dari seorang anak desa yang harus berjalan kaki demi pendidikan, kini ia menjadi wakil rakyat yang membawa aspirasi masyarakat.
Lebih dari itu, perjalanan hidupnya diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Lombok Utara, untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.**








