Pengguna QRIS Di Eks Karesidenan Pekalongan Terus Bertambah, Ini Yang Dilakukan BI Tegal

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Tegal memperkirakan sudah ada 26 ribuan pengguna Quick Respon Indonesia Standar (QRIS) di eks Karesidenan Pekalongan.

Menurut Kepala BI Tegal M Taufiq Amrozy yang menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Partisipasi Edukasi Publik (PEP) di Hotel Khas Pekalongan mengatakan, jumlah pengguna QRIS untuk tujuan transaksi keuangan terus bertambah.

“Secara nasional pengguna QRIS di 2022 sudah menembus angka 15 juta orang di mana target yang dipatok pada 2021 sebanyak 12 juta dan terlampaui 14 juta orang,” ungkap Taufiq Amrozy dalam paparannya, Sabtu (26/11/2022).

Secara akumulasi, lanjut Taufik, sudah mendekati 30 juta orang pengguna dan di 2023 target yang dimungkinkan untuk tercapai bisa sampai 45 juta orang akan tercapai juga.

Implementasi pembayaran elektronik sudah berkembang pesat dan QRIS menjadi sistem pembayaran non tunai untuk kebutuhan transaksi yang sangat membantu saat pandemi masih berlangsung.

“Kami terus menyosialisasikan pembayaran digital QRIS ke berbagai segmen masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, buruh pabrik melalui kegiatan QRIS experience dengan scan barcode minimal satu rupiah bisa mendapatkan hadiah menarik,” terang Taufik.

Di kesempatan yang sama, anggota DPR RI Komisi XI Hendrawan Pratikno menegaskan bahwa inovasi pembayaran digital QRIS ini harus diperkenalkan ke masyarakat.

Oleh karena itu, DPR RI bekerjasama dengan BI Tegal terus memasifkan sosialisasi PEP
Sebab, inovasi tesebut bagus dalam rangka mempersiapkan sistem pembayaran di masyarakat dengan efisien sekaligus mudah penggunaanya sehari-sehari.

“Kami juga sangat mendukung adanya QRIS ini karena efisiensi perekonomian tergantung dari sistem pembayarannya,” tutup Hendrawan.

Pos terkait