Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Tiyano.
JAKARTA – Seorang tokoh pemuda Rosario de Marshall alias Hercules tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.
Dirinya saat ini diduga diperiksa sebagai saksi atas kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).
Hercules tiba di gedung KPK pada pukul 09.37 WIB, Kamis (19/1/2023).
Dirinya saat ini tiba dikantor KPK didampingi tim pengacara hukumnya.
Terlihat saat begitu turun dari mobil, Hercules tiba-tiba mengepalkan tangan ke arah awak media yang menunggu di gedung KPK.
Saat berjalan, Hercules juga terus melontarkan ancaman verbal ke awak media.
“Mau dihajar? Mau dihajar? Kalau mau hajar, gue hajar,” kata Hercules di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2023).
Diketahui saat ini Hercules saat ini telah masuk ke gedung KPK.
Dirinya saat ini mulai menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri sebelumnya mengatakan KPK meminta Hercules kooperatif memenuhi undangan pemeriksaan tersebut.
“Kami ingatkan yang bersangkutan untuk koperatif ketika dipanggil dan terangkan secara jujur kepada tim penyidik KPK,” ujar Ali kepada wartawan, Rabu (18/1).
Ali belum memerinci soal substansi yang akan ditanyakan dalam pemeriksaan Hercules sebagai saksi besok. Namun keterangan Hercules dibutuhkan dalam rangkaian konstruksi suap di MA.
“Ya ini masih terkait dengan Tersangka SD, begitu GS dalam rangkaian satu konstruksi perkara besar di Mahkamah Agung yang melibatkan 14 orang tersangka. KPK sudah tetapkan 14 orang tersangka tentu di situlah kepentingannya untuk membuktikan rangkaian perbuatan dari rangkaian perbuatan para tersangka dibutuhkan keterangan dari saksi dimaksud,” jelas Ali.
Adapun perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan MA pada 21 September 2022. Dalam OTT yang dilakukan di Jakarta dan Semarang itu, KPK kemudian menetapkan 10 orang menjadi tersangka.
Jumlah tersebut termasuk hakim agung Sudrajad Dimyati. Lalu dari sinilah kasus suap penanganan perkara di MA dimulai hingga berkembang dan menyasar hakim agung lainnya, yakni Gazalba Saleh.








