Laporan wartawan sorotnews.co.id : Ferry Lesar.
MANADO, SULUT – Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas III (KSOP) Manado, Letkol Marinir Benyamin Ginting memberi penegasan, pihaknya menolak atas permohonan ditutupnya Pelabuhan dari oknum pejabat Pemkot Manado lantaran berkembang isu ada sejumlah penumpang kapal dari Talaud bakal melakukan demo ditujukan ke Walikota Kota Manado Andre Angouw terkait virallnya pemberitaan, bahwa PDRB perkapita Kabupaten Talaud terendah dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)
Menurut pejabat berlatar belakang militer ini, Pelabuhan Manado adalah objek vital Nasional yang tidak bisa seenaknya ditutup oleh siapapun, sebab kebijakan penutupan pelabuhan ranahnya berada ditingkat Pusat.
Ginting menceritakan, jumat pekan lalu ada oknum pejabat Pemkot Manado bersama pegawai negeri, mendatangi pelabuhan sembari menyuarakan penutupan sementara pelabuhan Manado, sebab isu berkembang ada kapal penumpang dari Talaud memuat para pendemo akan berlabuh di Pelabuhan Manado.
“Mereka ingin menutup semua akses, apa maksud dan tujuan. Mereka banyak sekali dan bilang hanya bersih-bersih sekalian berolahraga, tapi ternyata bertolak belakang karena minta pelabuhan ditutup sementara,” ujarnya Selasa, (26/9/2023) di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kelas III Manado.
Menurutnya, dimasa covid saja ataupun negara dalam kondisi darurat pelabuhan tidak bisa ditutup karena besar manfaatnya bagi banyak orang.
“Tiba-tiba mereka datang minta pelabuhan ditutup.mulai jam 4 sampai jam 9 pagi, saya katakan tidak bisa. Sedang jam 2 siang saja sudah masuk barang ke Pelabuhan,” paparnya.
Ditambahkannya, setelah didesak alasan krusial penutupan pelabuhan pada akhirnya mereka bilang, ada kapal dari Talaud memuat penumpang sekitar 50 orang tujuan Manado bersama pejabat pemerintahan untuk berdemo.
“Pelabuhan Manado objek vital Nasional dan siapa berani menutupnya, kalau penerbangan bisa ditutup tapi pelabuhan laut harus sesuai aturan,” tandasnya.
Disamping itu, Ia bersikeras tidak bisa menghentikan aktivitas pelabuhan namun solusi, dibukakan satu pintu untuk akses masuk keluar pengunjung dan penumpang.
Lanjutnya, ini hanya terpengaruh isu yang belum diketahui persis kebenarannya karena setelah kapal sandar di pelabuhan Ia saksikan langsung hanya penumpang biasa bukan dari kelompok tertentu dan tidak ada tanda-tanda penumpang bakal berdemo.
Sekedar informasi jumat pekan lalu, situasi dan kondisi di lokasi Pelabuhan Manado sedikit tegang, dimana banyak PNS Pemkot Manado menggunakan kostum merah, dipimpin oknum pejabat Pemkot Manado mendatangi pelabuhan sambil bermohon pelabuhan Manado ditutup sementara, sempat terjadi adu argumen dengan Kepala KSOP Benyamin Ginting, bahkan dikabarkan Walikota Manado Andrei Angouw turut serta di lokasi, hanya saja setelah kedua pihak bersepakat maka berakhir dengan aman, tentram dan damai.
Hingga berita ini tayang, pihak berkompeten dari Pemkot Manado belum sempat dimintai konfirmasi.








