Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Pelaksanaan hari raya kurban di Kota Pekalongan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti pada distribusi maupun pasokan gas elpiji. Hal tersebut terpantau dari pendistribusian gas melon di tengah masyarakat yang sedang menjalani hari raya Idul Adha 1445 Hijriyah.
“Sebelumnya kami menerima aduan masyarakat terkait peredaran gas melon langka di Pekalongan Selatan sehingga langsung ditindaklanjuti ke SPBE dan perwakilan pertamina,” kata Kepala Disperindagkop Supriono, Selasa (18/6/2024).
Ia mengatakan dalam satu tahun Kota Pekalongan mendapatkan kuota gas elpiji tiga kilo sebanyak 4 juta tabung dan pendistribusian tiap bulannya variatif jumlahnya menyesuaikan kebutuhan.
Pihaknya sudah melakukan konfirmasi ke pihak pertamina bahwa selama ini distribusi gas elpiji ke Kota Pekalongan tergolong lancar sesuai dengan kuota yang diberikan dan dipastikan tidak ada penurunan.
“Dari pertamina akan menambahkan kuota dua persen pada momen Hari Raya Idul Adha dan sudah didistribusikan sejak 15-18 Juni 2024 lalu,” jelasnya.
Supriono menyebut secara suplai pasokan gas elpiji tidak ada pengurangan atau tetap sehingga seharusnya tidak ada kelangkaan. Bisa jadi karena jumlah penggunaan gas elpiji bertambah pada lebaran Idul Adha maka kebutuhannya akan lebih tinggi.
Ia pun mencontohkan biasanya satu tabung gas melon ukuran tiga kilo bisa untuk tiga hari, namun karena ada kebutuhan lebaran Idul Adha menjadi satu tabung habis hanya dalam satu hari.
“Saya pastikan agen juga tak bakal berani jual ke luar daerah bila ada isu gas elpiji langka karena dijual keluar. Peredaran gas elpiji itu sudah ada ciri-ciri fisik tersendiri di tiap daerah sehingga agen tidak akan berani ambil resiko karena sanksinya berat, putus kontrak,” katanya.
Ditegaskannya tiap pangkalan nemiliki kewajiban menjual stok gas elpiji tiga kilo sebanyak 80 persen di tempat dan 20 persen sisanya didistribusikan ke pengecer lalu menjualnya kembali di luar wilayah pangkalan atau di luar pengawasan pertamina.
“Adapun HET yang dijual agen Rp 14.250 dan pangkalan Rp 15.500, sedangkan pengecer tidak terpantau harganya oleh pertamina lantaran dijual mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu,” ujarnya.*








