Laporan wartawan sorotnews.co.id : Jefry.
ASMAT, PAPUA SELATAN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melalui Bidang Bimas Katolik menggelar kegiatan Pembinaan Kompetisi Tingkat Dasar terhadap Guru Pendidikan Agama Katolik (PAKat) di Kabupaten Asmat, di Aula SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat, Senin (23/9/2024).
Hadir pada kesempatan tersebut Plt. Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kemenag Prov Papua, Fransiscus Xaverius Lesomar, SS serta sejumlah staf pada Bidang Bimas Katolik Kanwil Kemenag Prov Papua antara lain, Pengembang Teknologi Pendidikan Agama Katolik pada Seksi Pendidikan Agama Katolik, Gabriel Klau Bria, SS., Analis Pelaksanaan Kurikulum pada Seksi Pendidikan Keagamaan Katolik, Wenseslaus Bria, S.Si serta Analis Laporan Realisasi Anggaran pada Sub Koordinator Keuangan dan BMN Kanwil Kemenag Prov Papua Adi Alfian W. Abrauw, S.E.
Turut hadir pada Pembinaan Kompetisi Guru PAKat ini, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Asmat, Wilhelmus Kolyaan, S.Sos dan Kepala Seksi Pendidikan Agama Katolik Kemenag Asmat, Damaris Tabita Kuddi, S.Kom.
Plt. Kepala Bidang Bimas Katolik Kanwil Kemenag Prov Papua, Fransiscus Xaverius Lesomar, SS pada pembukaan kegiatan tersebut menekankan terkait pentingnya sikap profesionalitas para Guru Agama Katolik di tengah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) masa kini yang sangat dinamis berubah dari waktu ke waktu.
Menurut Fransiscus, seorang Guru Agama Katolik yang profesional harus tanggap terhadap situasi apa pun termasuk perkembangan IPTEK, agar tidak ketinggalan dalam penerapan ilmu pengetahuan kepada para siswa dimana ia mengabdi.
“Agar tak ketinggalan, Guru Agama Katolik sebagai tenaga pendidik harus berupaya mengikuti perkembangan kurikulum merdeka yang saat ini dimana menjadi tuntutan bagi para pendidik dan peserta didik mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar di sekolah,” ucapnya.
Plt. Kabid Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua ini juga menambahkan, bahwa profesionalitas Guru terutama di SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat yang tengah dalam proses Akreditasi sangat penting, di mana katanya salah satu syarat dalam akreditasi adalah kompetensi guru dan manajerial dari lembaga pendidikan tersebut.
“Pentingnya sekolah terutama SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat yang pada tahun ini akan mengikuti Akreditasi sebagai tolak ukur peningkatan kualitas sekolah,” jelas Fransiscus.
Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Asmat, Wilhelmus Kolyaan, S.Sos mewakili Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat mengajak para peserta untuk dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan serius agar dapat mengaplikasikanya sesuai dengan tuntutan kurikulum saat ini.
“Saya berharap agar peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik dan dapat menerapkannya dalam pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujar Wilhelmus.
Wilhelmus juga atas nama Plh. Kepala Kantor Kemenag Asmat menyampaikan terimakasih kepada Kakanwil dalam hal ini dihadiri oleh Plt. Kabid bersama rekan lain dari Bidang Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua atas kesediaannya untuk hadir dan memberikan pelatihan kepada para Guru PAKat di Kabupaten Asmat.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Frans Lesomar selaku Plt. Kabid Bimas Katolik Kanwil Kemenag Prov Papua bersama rekan-rekan atas terselenggaranya kegiatan ini,” pungkas Wilhelmus Kolyaan.*








