Pengerjaan Proyek Ruas Jalan Paka-Ntaur-Pupung Diduga Berkualita Buruk, Masyarakat Kecewa

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK. 

MANGGARAI TIMUR, NTT – Ruas Jalan  yang menghubungkan Paka-Ntaur-Pupung Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini sudah rusak berat.

Padahal, Proyek Peningkatan Jalan Paka-Ntaur-Pupung tersebut baru dikerjakan pada tahun 2024 lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh media ini, bahwa pekerjaan ruas jalan Paka-Ntaur hingga Pupung dengan nilai kontrak Rp. 16.340.000.000,00, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, dengan nomor kontrak kerja : 04/PPK-BM/DAK.HRS/II/2024. Jenis pekerjaannya adalah  Hot Rolled Sheet (HRS).
Peningkatan atau pemeliharaan ruas jalan ini dikerjakan oleh PT. Indoraya Jaya Perkasa dan diawasi oleh konsultan pengawas dari CV. Indo Desain, dengan tenggang waktu pekerjaan selama 180 hari, sedangkan masa pemeliharaan jalan itu selama 150 hari kalender.

Pantauan media ini di lapangan, pada Jumat 28 Februari 2025 terdapat beberapa titik mengalami rusak berat. Kerusakan berupa retakan yang cukup besar mulai terlihat saat memasuki wilayah lopa, Kecamatan, Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Retakan besar tersebut terlihat menyebar di beberapa titik di sepanjang jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut.

Yanto salah satu pengguna jalan saat bertemu dengan Wartawan di lokasi pada, Jumat 28 Februari 2025 menyampaikan Proyek Peningkatan Jalan Paka-Ntaur-Pupung baru dikerjakan pada tahun 2024.

Tetapi kondisinya sekarang sudah sangat rusak parah. Kami berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas terkait segera perintahkan kontraktor pelaksana untuk mengerjakan titik yang rusak ini.

“Kami meminta kepada kontraktor pelaksana agar segera memperbaiki Jalan Paka-Ntaur-Pupung yang rusak saat ini, kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab,” tutur Yanto.

Di titik yang berbeda, Yohanes salah satu pengguna jalan kepada Wartawan mengatakan proyek jalan ini dikerjakan pada akhir tahun 2024, tetapi sekarang sudah rusak kembali.

Kami sebagai masyarakat sangat kecewa dengan hasil pengerjaan proyek ini. Padahal ruas Jalan Paka-Ntaur-Pupung ini adalah jalan alternatif.

Kalau kualitas seperti ini apa yang mau diharapkan oleh masyarakat. Harusnya kontraktor pelaksana mengutamakan kualitas pekerjaan. Bukan asal kerja saja.

Lanjut Yohanes, Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur telah mengucurkan anggaran yang fantastis tetapi hasil pekerjaan proyek ini buruk.

“Saya berharap agar pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur melalui dinas terkait segera perintahkan kontraktor pelaksana untuk memperbaiki, jangan biarkan rusak seperti ini”, harap Yohanes.

Media ini telah mengkonfirmasi PPK yang menangani proyek ini  dan menghubungi pihak Pihak Kontraktor pelaksana, Namun semuanya belum memberi tanggapan.**

Pos terkait