Arus Balik H+3 Bakauheni: Baru 37 Persen Pemudik Kembali ke Jawa, Puncak Diprediksi 28–29 Maret

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Irpan Sofyan. 

LAMPUNG – Arus balik Lebaran pada H+3 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, masih berlangsung dengan jumlah pemudik yang kembali ke Pulau Jawa belum mencapai 50 persen. Kondisi ini mengindikasikan potensi lonjakan pergerakan dalam beberapa hari ke depan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, dalam konferensi pers pada Rabu sore (25/3/2026) di Pelabuhan Bakauheni menyampaikan bahwa tren arus balik mulai meningkat, meski belum mencapai puncaknya.

“Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah penumpang yang kembali ke Pulau Jawa tercatat sebanyak 22.817 orang atau naik 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Heru.

Ia menjelaskan, jumlah kendaraan yang menyeberang menuju Pulau Jawa juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, tercatat 853.914 kendaraan atau naik 27,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan arus balik mulai bergerak, meskipun belum terjadi lonjakan signifikan.

Secara kumulatif sejak H-9 hingga H+3, jumlah penumpang tercatat mencapai 156.546 orang dengan total kendaraan sekitar 118 ribu unit. Namun, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan jumlah pemudik yang sebelumnya menyeberang dari Jawa ke Sumatera.

Berdasarkan data hingga pukul 14.00 WIB pada H+3, jumlah penumpang yang telah kembali ke Pulau Jawa mencapai 327.646 orang atau sekitar 37 persen dari total pemudik. Dengan demikian, mayoritas pemudik diperkirakan masih berada di Sumatera. Sementara itu, kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 89.389 unit atau sekitar 30 persen, sehingga sebagian besar kendaraan masih belum kembali ke Jawa.

Heru menegaskan pihaknya terus bersiaga menghadapi potensi lonjakan arus balik gelombang kedua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.

Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, kepolisian, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran arus balik. Posko terpadu juga akan tetap beroperasi hingga H+10 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan di pelabuhan.

Selain itu, pengaturan distribusi kapal dan pola sandar akan disesuaikan oleh regulator untuk mengurai antrean apabila terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan. Petugas di lapangan pun disiagakan penuh untuk memantau perkembangan arus secara berkala.

Pihak ASDP turut mengimbau masyarakat agar dapat mengatur waktu perjalanan dengan baik dan menghindari penumpukan pada satu hari tertentu.

Diperkirakan arus balik akan terbagi dalam beberapa gelombang, yakni pada 26–27 Maret serta mencapai puncaknya pada 28–29 Maret 2026.

Informasi terbaru terkait perkembangan arus balik akan terus diperbarui, termasuk data pergerakan pada sore hingga malam hari serta persentase pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa.**

Pos terkait