Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/HWPL.
JAKARTA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat berbagai konflik dan peperangan yang terjadi belakangan ini, organisasi perdamaian internasional Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) menggelar kegiatan bertajuk “Harmoni Doa Indonesia: Bersama Memohon Perdamaian” pada Minggu, 22 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah dialog dan pertemuan damai bagi para pemuka agama lintas keyakinan. Selain itu, acara tersebut bertujuan membangun kesadaran rohani terhadap kondisi dunia saat ini sekaligus memperkuat kesatuan hati antarumat beragama dalam upaya menciptakan perdamaian.
Melalui pertemuan doa lintas agama ini, para tokoh agama bersatu memanjatkan doa demi tercapainya perdamaian dunia, penyelesaian konflik secara cepat, serta perlindungan dan keamanan berkelanjutan, khususnya bagi Indonesia.
Acara diawali dengan sambutan pembuka, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan dari berbagai agama, yakni Made Suartana dari Kristen, Ir. Djohan Adjuan dari Konghucu, Dewa Permana dari Hindu, serta Samanera Khemakaro dari Buddha.
Selain doa bersama, kegiatan ini juga menghadirkan testimoni dari Ngurah Yasa dan Muhammad Rusydi. Keduanya membagikan pengalaman mengikuti Bible Experience Program (BEP), sebuah program lanjutan dari Akademi Perdamaian Keagamaan (IRPA).
Program tersebut bertujuan mendorong pemahaman antaragama melalui pembelajaran berdasarkan kitab suci masing-masing, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati serta memperkuat harmoni antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Keagamaan HWPL, Buce Delvi, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kebersamaan lintas agama dalam membangun dunia yang lebih damai.
Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menggelar pertemuan lintas agama secara rutin sebagai sarana dialog berbasis nilai-nilai kitab suci masing-masing agama.
Lebih lanjut, para pemuka agama yang hadir dihimbau untuk bergabung dalam program IRPA, guna memperluas penyebaran nilai-nilai perdamaian kepada umat serta memperkuat upaya bersama dalam menciptakan keharmonisan antaragama.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus mendorong dialog, meningkatkan sikap saling menghormati, serta memperkuat upaya kolektif dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.**








