Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Banjir yang merendam Kota Pekalongan, Jawa Tengah, belum ada tanda-tanda surut bahkan di beberapa tempat makin tinggi hingga menyebabkan jumlah pengungsi bertambah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat jumlah pengungsi sejak pagi hingga sore terus bertambah dari 279 menjadi 700 orang lebih.
Sejumlah lokasi pengungsian yang disiapkan seperti aula Kecamatan Pekalongan Barat, Masjid Al Ikhlas, TPQ Al Hikmah Tirto dan aula Kecamatan Pekalongan Timur dipenuhi lansia, wanita dan anak-anak serta balita.
Melonjaknya jumlah pengungsi menimbulkan persoalan baru mulai dari kapasatas tampung yang tidak lagi memadahi juga persoalan kesehatan pengungsi.
Sejumlah pengungsi mulai mengeluhkan kondisi fisik yang lelah, pusing, masuk angin hingga gatal-gatal dan keluhan kurangnya obat-obatan.
Petugas PMI yang memeriksa kesehatan pengungsi pun sedikit kuwalahan lantaran tenaga medis dan peralatan yang terbatas apalagi jumlah pengungsi yang melonjak.
Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha mengatakan, banjir tahun ini bersamaan dengan tradisi perayaan pergantian tahun sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah atau di pengungsian lantaran cuaca masih tidak menentu.
“Sebaiknya masyarakat tetap di rumah karena saat ini kondisi masih banjir dan cuaca pun tidak bisa diprediksi sehingga berpotensi resiko,” katanya, Sabtu (31/12/2022) malam.








