Bulog Tindak Cepat Temuan Beras Turun Mutu di Ternate, Pastikan Stok Aman dan Berkualitas

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

TERNATE, MALUT – Menanggapi temuan beras turun mutu yang sempat menjadi sorotan Komisi IV DPR RI, Perum BULOG bergerak cepat mengambil langkah korektif. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, langsung turun ke lapangan melakukan kunjungan kerja ke Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), guna memastikan penanganan sesuai standar dan stok beras bagi masyarakat tetap dalam kondisi baik.

Kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik serta menjamin ketahanan pangan nasional di wilayah kepulauan.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut BULOG menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tambahan 270 ton beras ke Ternate untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) di Maluku Utara. Selain itu, BULOG juga langsung melakukan reproses terhadap beras yang mengalami penurunan mutu namun masih layak konsumsi.

“Beras turun mutu bukan berarti tidak layak konsumsi. BULOG memiliki mekanisme reproses agar kualitasnya kembali sesuai standar. Sementara yang benar-benar rusak akan diuji di laboratorium sebelum ditentukan langkah lanjutan,” jelas Rizal, Rabu (8/10/2025).

BULOG memastikan bahwa setiap beras yang dikategorikan tidak memenuhi standar akan melalui uji laboratorium untuk mengukur kandungan unsur hara dan zat yang berpotensi membahayakan. Jika masih dalam batas aman, beras bisa dijual ke industri pakan ternak. Namun jika melebihi batas toleransi, maka beras hanya bisa dialihkan ke industri non-pangan atau dimusnahkan.

Langkah ini menunjukkan penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola logistik BULOG, terutama dalam pengelolaan cadangan beras pemerintah di wilayah rentan seperti Maluku Utara.

Dalam kunjungannya ke Ternate, Ahmad Rizal Ramdhani juga menyempatkan diri melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kapolda Maluku Utara, Danrem 152/Baabullah, serta Kesultanan Ternate. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antar-lembaga dalam menjaga stabilitas pangan dan kedaulatan pangan di wilayah timur Indonesia.

Pihak Kesultanan Ternate menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat BULOG dalam menangani isu beras turun mutu, sekaligus mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden RI.

Apresiasi juga datang dari Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Drs. H. Iqbal Ruray, yang menyatakan dukungannya atas respons cepat BULOG. Ia bahkan menyampaikan usulan strategis agar Kantor Cabang BULOG Maluku Utara dapat ditingkatkan statusnya menjadi Kantor Wilayah tersendiri, terpisah dari wilayah Ambon.

“Dengan kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari kepulauan dan tantangan logistik yang berbeda, peningkatan status kelembagaan sangat dibutuhkan untuk mempercepat dan memperkuat distribusi pangan di daerah,” tegas Iqbal.

Sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan pangan, pemerintah bersama Perum BULOG juga tengah mempersiapkan pembangunan enam gudang logistik baru di berbagai titik di Maluku Utara. Gudang-gudang ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, efisiensi distribusi, dan kesiapan dalam menghadapi fluktuasi harga atau situasi darurat pangan.

Dirut BULOG menegaskan bahwa langkah tanggap ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas negara di bidang pangan.

“Melalui langkah cepat, tanggap, dan kolaboratif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap butir beras yang sampai ke tangan masyarakat adalah hasil pengelolaan yang bertanggung jawab, berkualitas, dan transparan,” ujar Rizal.

Ia juga menambahkan bahwa BULOG tidak hanya hadir secara reaktif saat terjadi persoalan, tetapi juga bersikap proaktif dalam memastikan kualitas, ketersediaan, dan distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah kepulauan seperti Maluku Utara.

“Dengan peningkatan infrastruktur dan kelembagaan di daerah, kami optimistis BULOG dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.**

Pos terkait