Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sanusi.
KAB. TANGERANG, BANTEN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang sejak Sabtu malam (7/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu pagi (8/3/2026) menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah desa dan perumahan. Tingginya curah hujan memicu meluapnya Sungai Cirarab dan Kali Cimanceri sehingga air masuk ke permukiman warga.
Berdasarkan laporan SITREP (Situation Report) hasil asesmen cepat yang dilakukan Karang Taruna Kecamatan Rajeg bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), banjir merendam sejumlah titik dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 130 sentimeter.
Dari hasil pantauan di lapangan pada Minggu (8/3/2026), beberapa wilayah yang terdampak banjir di antaranya:
1. Desa Mekarsari
Perumahan Nuansa Mekarsari, Ketinggian air: sekitar ±120 cm.
2. Desa Rajeg
Perum BAS 2, Jumlah warga: 320 jiwa, Lansia: 50 orang, Penyandang disabilitas: 1 orang, Ibu hamil: 4 orang, Ibu menyusui: 2 orang, Pengungsian sementara: Masjid (±320 orang), Ketinggian air: ±130 cm.
Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB sehingga sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. (Sumber data: RT Hanif).
Perumahan Rajeg Bersinar, Air masuk rumah sekitar pukul 06.00 WIB, Ketinggian air: ±50 cm.
Perumahan R3, 60 Kepala Keluarga / 120 jiwa, Pengungsi: 120 orang, Balita: 10 orang, Lansia: 2 orang, Ibu hamil: 1 orang
3. Desa Rajeg Mulya
Perumahan Puri Sakinah, 60 KK / 160 jiwa, Lansia: 1 orang, Ibu hamil: 1 orang, Ibu menyusui: 2 orang, Balita: 50 orang, Pengungsian: tenda terpal, Ketinggian air: ±120 cm.
Perumahan Griya Arta 4
60 KK / 150 jiwa, Balita: 30 orang, Lansia: 20 orang, Ibu hamil: 1 orang, Ibu menyusui: 10 orang, Ketinggian air: ±80 cm.
Pondok Permata RW 10
450 KK / sekitar 1.500 jiwa, Lansia: 25 orang, Balita: 130 orang, Pengungsian: masjid dan tenda darurat, Ketinggian air: 80–90 cm (Sumber data: Bo Agus)
Perumahan Nuansa Mekarsari 2
426 KK / sekitar 1.300 jiwa, Balita: 150 orang, Lansia: 200 orang, Ibu hamil: 20 orang, Pengungsian sementara: masjid, balai warga, dan mushola, Ketinggian air: 50–120 cm (Sumber data: Susilo)
4. Desa Jambu Karya
Perumahan Villagio, Ketinggian air: 50–80 cm.
5. Desa Tanjakan
Green Madani Residence 2 / Green Tanjakan Residence, 290 KK, Ketinggian air: ±50 cm.
6. Kelurahan Sukatani
Perumahan Taman Akasia, Ketinggian air: sekitar 80 cm.
Sejumlah unsur di Kecamatan Rajeg bergerak cepat melakukan penanganan banjir. Unsur Forkopimcam, Karang Taruna, FKDM, relawan, pengusaha, akademisi hingga media turut berkolaborasi di bawah koordinasi pemerintah kecamatan.
Camat Rajeg, Oman Apriaman, mengatakan pihaknya telah memobilisasi tim SAR serta menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.
“Kami telah mengerahkan tim untuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik. Situasi akan terus kami pantau agar penanganan banjir dapat berjalan maksimal sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Oman kepada awak media.
Ketua FKDM Kecamatan Rajeg sekaligus Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang, Rustam, menambahkan pihaknya bersama relawan telah melakukan asesmen langsung di lokasi terdampak.
Menurutnya, pemerintah kecamatan bersama unsur masyarakat terus melakukan berbagai langkah untuk mengurangi risiko bencana.
“Kami sudah melakukan asesmen di lapangan. Upaya pemerintah Kecamatan Rajeg bersama masyarakat terus dilakukan, baik dalam pengurangan risiko maupun penanggulangan banjir,” katanya.
Di tengah kunjungan ke lokasi banjir dan kerumunan warga terdampak, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir. Kami akan terus memantau situasi di lapangan dan melakukan langkah-langkah penanganan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” ujar Maesyal.
Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah titik di Kecamatan Rajeg masih dalam pemantauan petugas dan relawan di lapangan, sementara bantuan kemanusiaan terus disalurkan kepada warga terdampak.**








