Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG SELATAN, PBD — Aktivitas perjudian jenis rolex yang berlokasi di Pasar Gantung Ampera serta sabung ayam yang berlangsung di area belakang Bank Papua Pasar Kajase dan di rumah salah satu aparat penegak hukum Kabupaten Sorong Selatan semakin mengkhawatirkan. Kedua praktik ilegal tersebut disebut berlangsung secara rutin dan terbuka, sehingga memicu keresahan masyarakat sekaligus mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum setempat.
Perjudian rolex dilaporkan telah beroperasi selama tujuh bulan berturut-turut dengan putaran permainan yang digelar hampir setiap malam. Sementara itu, sabung ayam berlangsung dua kali setiap pekan, yakni pada Sabtu dan Minggu, dan diduga melibatkan jaringan yang terorganisir.
Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronald Konjol, saat dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp, menegaskan bahwa keberadaan praktik perjudian di Sorong Selatan bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, terdapat indikasi adanya koordinasi tertentu yang memungkinkan aktivitas tersebut berjalan lancar tanpa hambatan dari aparat, Minggu (7/12/2025).
“Perjudian rolex dan sabung ayam ini tidak mungkin berjalan mulus tanpa adanya koordinasi. Aktivitas ini sudah masuk dan beroperasi secara bebas di Sorong Selatan. Saya mendesak Kapolda Papua Barat Daya untuk segera menangkap kedua bos judi tersebut,” tegas Konjol.
Ia menilai bahwa maraknya praktik perjudian tidak hanya merusak moral serta tatanan sosial masyarakat, tetapi juga mencederai kewibawaan aparat penegak hukum. Minimnya tindakan tegas dari kepolisian, menurut Konjol, berpotensi menimbulkan anggapan bahwa praktik ilegal tersebut sengaja dibiarkan.
Dengan terus berlangsungnya aktivitas perjudian di wilayah itu, Sorong Selatan dinilai membutuhkan langkah cepat, terukur, dan tegas dari aparat penegak hukum guna memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.**








