Duka di Batang! Wartawan Tabur Bunga Untuk 5 Jurnalis Al Jazeera yang Tewas Dihantam Serangan Israel di Gaza

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

BATANG, JATENG – Suasana haru menyelimuti Alun-alun Batang, Jawa Tengah, Selasa 12 Agustus 2025. Sejumlah wartawan dari berbagai media berkumpul, bukan untuk meliput, melainkan berduka. Mereka menggelar aksi solidaritas mengenang lima jurnalis Al Jazeera yang tewas mengenaskan akibat serangan brutal tentara pendudukan Israel di Gaza, Palestina.

Di tengah teriknya matahari, kartu tanda pengenal pers dan peralatan kerja wartawan dibentangkan di trotoar. Di atasnya, bunga-bunga ditaburkan—simbol perpisahan untuk rekan seprofesi yang gugur di medan tugas.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) se-Pekalongan Raya, Ahmad Ujianto, menegaskan bahwa pembunuhan terhadap jurnalis adalah kejahatan kemanusiaan.

“Israel telah menjadikan jurnalis sebagai target. Ini bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tapi juga serangan terhadap kebebasan pers,” tegasnya dengan suara bergetar.

Para wartawan mendesak pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas, mengecam keras tindakan brutal Israel, dan memperjuangkan perlindungan jurnalis di kancah internasional.

Aksi ini juga diisi orasi dan pembacaan pernyataan sikap. Intinya satu: jurnalis bukan sasaran kekerasan. Seperti pekerja kemanusiaan lainnya, mereka harus dijamin keselamatan saat meliput di daerah konflik maupun medan perang.

Data JMSI mencatat, 237 jurnalis tewas selama konflik Gaza. Lima di antaranya adalah awak media Al Jazeera yang namanya kini tercatat dalam sejarah kelam kebebasan pers dunia.

“Setiap peluru yang merenggut nyawa jurnalis, adalah peluru yang mengancam kebenaran,” tutup Ujianto.**

Pos terkait