Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI, NTT – SDK Akel, Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, yang berdiri sejak 1 Agustus 1953, resmi berganti kepemimpinan. Yulianus Farman, S.Pd., guru tetap Yapersukma Pusat Keuskupan Ruteng sejak 2016, diangkat menjadi kepala sekolah menggantikan Yohanes Par, S.Pd. yang pensiun sebagai ASN.
Pengangkatan ini sesuai Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa sekolah masyarakat menunjuk kepala sekolah dari unsur guru Yayasan. Pak Yul menjadi guru Yayasan pertama yang memimpin SDK Akel.
Selama kepemimpinan Yohanes Par (2022–2025), SDK Akel meraih Akreditasi A dan Juara II Lomba Kebersihan Sekolah WVI.
“Akreditasi A adalah kebanggaan, tetapi tantangannya adalah mempertahankan prestasi ini,” kata Yohanes Par.
Dalam Misa syukur, Ketua Yapersukma Pusat RD. Patrick Dharsam Guru, Drs., MA. menegaskan pentingnya kerja sama, disiplin, serta pengelolaan dana BOS secara jujur dan transparan.
“Jangan kelola sendiri, karena bisa menimbulkan kecurigaan. Korupsi uang negara itu dosa, dan bisa berujung rompi oranye,” tegasnya.
SDK Akel kini memiliki 176 siswa, didukung 14 guru Yayasan dan 1 guru PNS yang segera pensiun. Yapersukma berharap pemerintah menempatkan guru PNS baru, sesuai Permendikbud No. 1 Tahun 2025, demi menjaga mutu pendidikan sekaligus meringankan biaya orang tua.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Hery Nabit yang peduli pada sekolah swasta, dan kepada Dinas PPO yang selalu memfasilitasi sekolah Yayasan,” ujar RD. Patrick.**








