Gereja Katolik Santo Petrus Pekalongan Ajak 300 Pasukan Kuning Buka Puasa Bersama

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Ratusan tenaga kebersihan atau yang dikenal sebagai pasukan kuning di Kota Pekalongan mendapat undangan istimewa untuk berbuka puasa bersama di Gereja Katolik Santo Petrus, Kota Pekalongan. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini diikuti sekitar 300 orang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Bacaan Lainnya

Para petugas yang hadir berasal dari berbagai unit kerja, mulai dari penyapu jalan, kru angkutan sampah, petugas pengawasan sampah liar, tim penebang pohon, hingga petugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka menjaga kebersihan kota setiap hari.

Suasana kebersamaan tampak hangat saat para tamu menikmati takjil sebelum berbuka puasa bersama di area parkir basemen gereja. Salah satu tenaga penyapu jalan dari DLH Kota Pekalongan, Wahyuti, mengaku senang mendapat undangan berbuka puasa bersama tersebut.

Perempuan asal Pasirsari yang sehari-hari bertugas menyapu jalan di wilayah Ponolawen dan Simbang Wetan itu mengatakan kegiatan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi para petugas kebersihan.

“Saya senang sekali bisa diundang buka bersama di sini. Selain dapat takjil juga dapat nasi kotak untuk bekal berbuka puasa dan bisa berkumpul bersama dengan teman-teman,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/4/2026).

Romo Paroki Gereja Katolik Santo Petrus Kota Pekalongan, Yohanes Suratman, menjelaskan kegiatan berbuka puasa bersama tersebut telah digelar sejak tahun 2024. Namun setiap tahun pihak gereja mengundang kelompok masyarakat yang berbeda sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Saya mengadakan acara ini sejak tahun 2024, tapi memang yang diundang berbeda-beda. Kali ini kami mengundang teman-teman petugas kebersihan,” kata Romo Yohanes.

Menurutnya, pemilihan para petugas kebersihan sebagai tamu undangan tidak lepas dari perhatian terhadap isu lingkungan yang saat ini menjadi persoalan penting, baik di tingkat daerah maupun global. Ia menilai para tenaga kebersihan merupakan pahlawan yang bekerja keras menjaga lingkungan tetap bersih.

“Kami memahami bahwa masalah lingkungan hidup sekarang menjadi perhatian besar. Karena itu kami ingin memberi apresiasi kepada teman-teman petugas kebersihan yang bekerja keras menjaga kebersihan kota,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian lingkungan di tengah masyarakat. Ia menyebut Gereja Katolik sejak tahun 2015 telah memiliki dokumen khusus terkait lingkungan hidup yang terus disosialisasikan kepada umat agar semakin peduli terhadap kelestarian bumi.

Romo Yohanes menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dihadiri berbagai unsur lintas agama, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Menurutnya, kerukunan antarumat beragama harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Kita ini hidup dalam masyarakat lintas agama. Kerukunan itu harus menjadi pilihan tindakan yang kita buat agar masyarakat semakin damai dan sejahtera,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak gereja juga menyediakan tempat salat bagi para undangan yang beragama Islam. Romo Yohanes mengatakan hal itu dilakukan agar para tamu dapat menjalankan ibadah dengan nyaman setelah berbuka puasa.

“Teman-teman muslim setelah berbuka biasanya melaksanakan salat. Daripada harus pulang dulu, kami menyediakan tempat salat di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menyampaikan apresiasi kepada Gereja Santo Petrus yang telah mengundang ratusan petugas kebersihan dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi Romo beserta jajaran Gereja Santo Petrus yang telah memberikan perhatian kepada teman-teman kami, para pahlawan kebersihan Kota Pekalongan,” kata Joko.

Ia menjelaskan jumlah total personel DLH Kota Pekalongan sekitar 500 orang, termasuk ASN dan tenaga operasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang hadir dalam kegiatan berbuka puasa bersama di Gereja Santo Petrus.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara DLH dan pihak gereja dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Salah satunya melalui program pemilahan sampah yang saat ini terus disosialisasikan oleh pemerintah kota.

“Kami juga sempat berdiskusi dengan Romo agar bisa membantu menyosialisasikan pilah sampah kepada umatnya, sehingga program pemerintah Kota Pekalongan tentang pengelolaan sampah bisa berjalan lebih cepat,” paparnya.

Joko menambahkan, Gereja Santo Petrus sendiri telah memiliki bank sampah unit yang menjadi bagian dari gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, keterlibatan komunitas keagamaan sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.**

Pos terkait