Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.
KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kota Pekalongan meraih posisi 191 dari 534 kota di Indonesia yang menjadi sasaran pilot project smart city. Kabar baik tersebut terungkap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dalam kegiatan Forum Smart City di Surabaya.
“Kota Pekalongan masuk 191 kota yang dijadikan pilot project pengembangan smart city di Indonesia,” ungkap Kepala Dinkominfo, Arif Karyadi, Kamis (15/6/2023).
Menurut dia kesiapan satu data serta penguatan infrastruktur dan arsitektur dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sudah harus bisa jalan untuk bisa merealisasikan smart city.
Pihaknya pun sudah mengumpulkan hal-hal apa saja yang bisa terbarukan dari kebutuhan smart city untuk kemudian diimplementasikan di Kota Pekalongan.
Praktisi smart city dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Endroyono mengungkapkan hal yang sama bahwa kota dan kabupaten yang akan dijadikan pilot project perlu menguatkan arsitektur SPBE.
“Kecerdasan kota dan kabupaten dalam penerapan smart city perlu didukung penguatan infrastruktur maupun ekosistem dalam mengelola satu data,” katanya menambahkan.
Jargon Indonesia cerdas, lanjut dia, mutlak dibarengi dengan transformasi digital atau sejalan dengan SPBE yang menjadi salah satu pilar dari smart city.
“Hari ini sudah ada 191 kota dan kabupaten di Indonesia yang akan didorong menuju Indonesia smart city 2045,” jelas Endroyono.
Ia menyebut kota yang cerdas secara proses bisnis, regulasi maupun penerapan teknologi menjadikan daerahnya mampu melayani masyarakatnya dengan kualitas dari sebuah smart city.
“Hal ini yang menjadi idaman untuk menjawab pelayanan masyarakat yang membutuhkan kemudahan, efektivitas dan efisien secara digital,” tutupnya.








