Laporan wartawan sorotnews.co.id : Marselin SK.
MANGGARAI TIMUR, NTT – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Herman Kodi menanggapi polemik yang terjadi terkait Perahu Viber kelompok Cemara Pande yang terletak di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Kepada Media ini pada Sabtu 27 Oktober 2025 Herman Kodi menyampaikan bahwa pihak Dinas KKP Matim tidak akan menutup mata dengan polemik yang terjadi.
“Kami sudah turunkan tim sekitar dua minggu yang lalu, dan Kabid sendiri sudah langsung ke rumahnya ketua Kelompok, hanya saja tidak ketemu langsung dengan yang bersangkutan,” katanya.
“Saya sendiri sebagai kadis melakukan pengecekan terhadap ketua kelompok yang diduga menjual perahu motor dengan cara saya sekaligus untuk menyelidiki,” ungkapnya.
“Langah yang kami akan lakukan berupa pemanggilan kepada ketua Kelompok Cepara Pande untuk menghadap ke Dinas KPP pada senin tanggal 27 Oktober 2025, untuk selanjutnya kita lakukan uji petik dilapangan,” jelas Kadis Herman.
“Lebih lanjut kalau ada indikasi bahwa perahu itu telah benar-benar dijual, maka kita akan serahkan persoalan ini ke Aparat Penegak Hukum. Kasus ini akan kita ungkap terang benderang sehingga ada efek jera bagi kelompok lain yang menerima bantuan pemerintah. Jadi tidak suka-suka menjual bantuan pemerintah,” ungkapnya.
“Kalau yang bersangkutan tidak mampu mengelolah harusnya lapor ke dinas terkait bukannya buat kerjasama sepihak kepada orang lain apalagi yang bersangkutan bukan nelayan masyarakat Manggarai timur,” katanya.
Terpisah Media ini telah menghubungi Ketua Kelompok Cemara Pante Bernabas Raba pada Senin 27 Oktober 2025. Beliau menyampaikan bahwa Perahu Viber tersebut saat ini sudah berada di Gongger.
“Saat ini perahu sudah ada di Gongger dan saya akan amankan sampai saya bisa melaut lagi. Kami sudah tidak ada kerjasama lagi dengan Majudin warga Nanga Nae, Desa Parlando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Tadi malam Majudin telah membuat surat yang menerangkan bahwa kami sudah tidak ada kerjasama lagi. Sehingga perahu Viber tersebut saya sudah ambil kembali,” jelasnya.
“Saya juga menunggu kehadiran pihak Dinas KKP Matim untuk datang mengecek kebenaran apa yang saya sampaikan. Karena pada prinsipnya kami menghormati tugas mereka,” tutur Bernabas.**








