Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
SINGAPURA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat kemitraan global dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang aman, etis, dan inklusif. Hal ini ditandai dengan pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dengan pakar AI dan keamanan digital dari University of California, Berkeley, Prof. Dawn Song, di sela-sela ATxAI Summit 2025 yang digelar di Singapura.
Pertemuan tersebut membahas potensi pembentukan AI Safety Institute Network, sebuah jejaring internasional yang akan memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor industri, dan masyarakat sipil dalam membangun ekosistem AI global yang transparan, aman, dan bertanggung jawab.
“Indonesia berkepentingan untuk memiliki kebijakan AI yang berlandaskan sains dan praktik terbaik dunia. Kita perlu menyeimbangkan inovasi dengan mitigasi risiko,” ujar Nezar Patria.
Nezar juga mengusulkan pembentukan badan penasihat nasional AI yang melibatkan ilmuwan, pakar etika, ahli hukum, serta representasi publik dan industri. Badan ini diharapkan dapat memberikan masukan berkelanjutan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi AI nasional.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penyelarasan strategi nasional AI Indonesia dengan kerangka kerja global yang sudah diakui luas, seperti Prinsip OECD, Prinsip Hiroshima G7, dan inisiatif Badan Penasihat AI PBB. Hal ini dinilai penting agar arah pembangunan AI di Indonesia selaras dengan prinsip-prinsip internasional terkait keadilan, transparansi, dan keamanan teknologi.
Dari pihak UC Berkeley, Prof. Dawn Song membagikan wawasan dari ekosistem inovasi AI di California, termasuk penguatan jalur riset-ke-pasar, kemitraan riset publik-swasta, serta peran modal ventura dalam mendorong solusi deep-tech berbasis privasi. Ia juga memaparkan perkembangan teknologi Agentic AI, yakni sistem AI yang mampu bekerja secara otonom dalam layanan pelanggan, edukasi, dan perdagangan digital yang dinilai memiliki potensi besar bagi Indonesia.
Selain aspek regulasi dan teknologi, kedua pihak juga membahas prioritas Indonesia dalam penguatan infrastruktur data nasional guna menjamin kedaulatan digital, serta pengembangan talenta digital di bidang AI, sains data, dan keamanan siber. Untuk itu, diperlukan desain ulang sistem pendidikan dan pelatihan, melalui kemitraan global dan transfer pengetahuan dari pusat-pusat unggulan seperti UC Berkeley dan afiliasi Prof. Song, termasuk Oasis Labs dan inisiatif privasi-preserving AI.
Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi akan mengeksplorasi pembentukan AI Safety Institute Network atau laboratorium AI di Indonesia sebagai pusat kolaborasi riset dan kebijakan. Pemerintah juga akan mengundang Prof. Dawn Song secara resmi sebagai penasihat pengembangan Peta Jalan Nasional AI, bersama sejumlah tokoh global di bidang AI.
Langkah ini menegaskan komitmen strategis Indonesia untuk tidak hanya mengejar adopsi teknologi AI, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk arah etika dan tata kelola AI global, dari perspektif negara berkembang.**








