Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
SINGAPURA – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., melanjutkan partisipasinya pada hari ketiga perhelatan The 22nd Asia Security Summit: IISS Shangri-La Dialogue 2025, yang digelar di Singapura. Kehadiran Indonesia dalam forum strategis ini mempertegas komitmen nasional dalam memperkuat kerja sama pertahanan regional dan global.
Pada hari terakhir forum, Wamenhan RI menghadiri sejumlah Plenary Session yang membahas isu-isu keamanan strategis dunia. Topik-topik yang diangkat meliputi “China’s Global Security Partnership”, “Cross-Regional Security Interlinkages”, dan “Enhancing Security Cooperation for a Stable Asia-Pacific”. Dalam diskusi tersebut, para peserta menekankan pentingnya kolaborasi lintas kawasan guna menghadapi tantangan keamanan kontemporer, memperkuat stabilitas kawasan, serta mendorong keterbukaan dan kepercayaan antarnegara.
Selain menghadiri sesi pleno, Wamenhan juga turut dalam Ministerial Roundtable, forum diskusi tertutup yang melibatkan menteri dan pejabat tinggi pertahanan dari berbagai negara. Forum ini menjadi wadah pertukaran pandangan strategis serta penjajakan peluang kerja sama baru di bidang pertahanan, baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral.
“Keterlibatan Indonesia dalam Shangri-La Dialogue mencerminkan kesungguhan kita membangun ekosistem keamanan kawasan yang inklusif, tangguh, dan berbasis pada kepercayaan bersama,” ujar Donny Ermawan Taufanto dalam salah satu sesi diskusi.
Partisipasi aktif Indonesia dalam IISS Shangri-La Dialogue juga menunjukkan kepemimpinan Indonesia sebagai negara yang berperan aktif dalam mendorong dialog terbuka dan kolaboratif, di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang terus berkembang.
Shangri-La Dialogue merupakan salah satu forum keamanan paling bergengsi di Asia yang diselenggarakan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS). Forum ini mempertemukan pejabat pertahanan tingkat tinggi dari berbagai negara, akademisi, dan pakar kebijakan untuk membahas tantangan serta peluang kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan.
Dengan menyuarakan pentingnya diplomasi pertahanan dan kerja sama multilateral, kehadiran Wamenhan RI di forum ini menjadi bagian dari upaya strategis Indonesia dalam membangun kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera melalui jalur pertahanan yang kooperatif dan konstruktif.**








