Laporan wartawan sorotnews.co.id : Hs. Asmor.
BEKASI, JABAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menegaskan bahwa Ade Muksin masih menjabat sebagai Ketua PWI Bekasi Raya yang sah, sekaligus mengecam pemberitaan sepihak yang menyebutkan penggantian dirinya oleh Taufik Ilyas sebagai pelaksana tugas (Plt). PWI Bekasi Raya menyatakan bahwa penunjukan tersebut ilegal, tanpa dasar organisasi, serta berpotensi merusak integritas kelembagaan.
Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Biru PWI Bekasi Raya, Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (2/6/2025), Ade Muksin menyebut kabar penggantian dirinya sebagai hoaks dan menegaskan tidak ada keputusan resmi dari PWI Jawa Barat maupun PWI Pusat yang mendasari kabar tersebut.
“Saya masih Ketua PWI Bekasi Raya yang sah, dipilih secara demokratis melalui konferensi resmi. Tidak ada keputusan organisasi yang mengganti saya,” ujarnya.
Ade juga menilai manuver yang diduga dilakukan oleh Hendry Ch Bangun (HCB), yang mengklaim menunjuk Taufik Ilyas sebagai Plt, sebagai tindakan inkonstitusional. Ia mengingatkan bahwa HCB telah diberhentikan dari keanggotaan PWI Pusat sejak 16 Juli 2024 atas dugaan pelanggaran etika, khususnya terkait dana cashback Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari forum BUMN.
Lebih jauh, Ade menyebut Taufik Ilyas tidak dikenal di lingkungan wartawan Bekasi Raya, bahkan tidak pernah terlibat dalam kegiatan PWI setempat. Ia mempertanyakan kredibilitas serta motif di balik penunjukan nama tersebut yang hanya mencuat melalui pemberitaan media tertentu tanpa klarifikasi.
“Nama ini asing bagi kami. Ia tidak pernah terlibat dalam kegiatan PWI atau dunia jurnalistik di Bekasi Raya. Penunjukannya ngawur dan menyesatkan,” kata Ade.
PWI Bekasi Raya juga menyayangkan sikap sejumlah media yang mempublikasikan kabar tersebut tanpa melalui proses konfirmasi dan verifikasi sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik. Menurut Ade, publikasi tersebut sarat dengan muatan tendensi pribadi dan merupakan bentuk serangan dari pihak-pihak yang kalah dalam proses demokratis pemilihan Ketua PWI Bekasi Raya pada 2024.
“Mereka gagal di konferensi, lalu mencoba menjatuhkan organisasi lewat berita bohong. Ini bukan kerja jurnalistik, tapi balas dendam pribadi,” tegasnya.
Ade mengingatkan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab moral menyajikan informasi yang akurat dan berimbang, bukan untuk menyebarkan provokasi atau kepentingan sepihak.
Terkait dinamika di tingkat pusat, Ade Muksin menyampaikan bahwa telah terjadi kesepakatan antara Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang dan HCB untuk menyelenggarakan Kongres PWI paling lambat 30 Agustus 2025. Panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) telah mulai bekerja mempersiapkan perhelatan akbar tersebut.
“Kami harap semua pihak menahan diri. Mari kita hormati hasil kongres nanti, siapapun yang terpilih secara sah harus kita dukung,” ujar Ade.
Ia juga mendorong SC dan OC bekerja secara profesional demi masa depan PWI yang solid dan demokratis.
Menutup pernyataannya, PWI Bekasi Raya menyampaikan permohonan maaf kepada publik, termasuk pemerintah dan kalangan dunia usaha, atas kegaduhan yang disebabkan oleh oknum wartawan dan media yang tidak menjunjung tinggi etika profesi.
“Perlu kami tegaskan, tindakan menyebar hoaks dan informasi tanpa dasar bukanlah cerminan dari jurnalis profesional, apalagi dari PWI,” pungkasnya.
PWI Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi etika jurnalistik serta menjaga marwah organisasi di tengah tantangan informasi yang kian kompleks.**








