Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Minardi.
MUNA, SULTRA – Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai penonton pecah saat Pasukan Kerajaan Muna melintas di panggung kehormatan Kirab Budaya Hari Ulang Tahun ke-62 Sulawesi Tenggara, Minggu 27 April 2026. Mewakili Kabupaten Muna, rombongan pasukan adat yang dimotori Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dan Komunitas Pemerhati Budaya Warisan Suku Wuna (Kambawuna) itu sukses mencuri perhatian ribuan warga yang memadati rute kirab dari eks MTQ hingga Tugu Religi Kendari.
Mengusung tema “Sultra Maju, Masyarakat Sejahtera”, kirab tahun ini diikuti seluruh kabupaten/kota se-Sultra. Masing-masing menampilkan kekayaan budaya daerahnya. Namun penampilan Pasukan Kerajaan Muna menjadi salah satu yang paling ditunggu dan paling ramai diabadikan warga.
Tepat pukul 02.00 WITA, iring-iringan Pasukan Kerajaan Muna memasuki jalan. Barisan paling depan dibuka oleh pembawa baliho Ikrawati dan Wa Ode Azmiati bertuliskan Kerajaan Muna. Yang di ikuti oleh barisan semut merah memegang bendera Kerajaan, bendera Pemda Muna, bendera MAKN dan bendera Kambawuna.
Senjata tradisional seperti kampurui atau parang khas Muna, tombak, dan perisai kayu menambah kesan gagah. Setiap langkah kaki pasukan diiringi tabuhan gong, gendang, dan ganda khas Muna yang dimainkan kelompok pemusik di barisan tengah depan. Ritme musiknya menghentak, membuat penonton ikut menghentakkan kaki.
“Kami sengaja tampil all out. Ini bukan sekadar parade, tapi cara kami mengenalkan bahwa Muna punya sejarah kerajaan yang besar dan masih hidup di masyarakatnya,” kata YM La Ode Riago Ketua DPD MAKN Muna, koordinator pasukan, usai tampil.
“Kami datang ke kirab HUT Sultra ke-62 bukan untuk tepuk tangan. Kami datang bawa amanah leluhur,” Tegas YM La Ode Riago.
Momen yang paling memancing applaus terjadi saat pasukan kerajaan muna terus menampilkan silat tradisional muna (ewa Wuna) sepanjang jalan mulai dari start hingga memasuki garis finish.
Memasuki garis finis, dihadapan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangeruka yang di dampingi oleh Drs. H. Bachrun, M.Si Bupati Muna dan La Ode Asrafil, SH.,MH Wakil Bupati Muna serta Ketua Dekranasda Kab. Muna Leomo Bachrun, ewa Wuna yang di bawakan oleh anggota MAKN menampilkan atraksi yang sangat menguji adrenalin, hingga memancing reaksi kritis dari penonton.
“Saya merinding. Berasa lihat pasukan kerajaan beneran lagi jaga rajanya. Kostumnya, auranya, dapat sekali,” ujar Ratna, warga Mandonga yang datang bersama keluarganya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muna yang turut membersamai rombongan kerajaan muna dibarisan OPD menyebut penampilan pasukan kerajaan muna pada kirab budaya HUT Sultra ke-62 sangat memuaskan mata, tidak hanya bagi warga Kendari yang menyaksikan namun kami juga OPD yang berada di barisan meski harus berpanas-panasan sangat merasa terhibur dengan penampilan pasukan kerajaan Muna yang dimotori MAKN dan Kambawuna.
“Kerajaan Muna adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Sulawesi Tenggara. Lewat kirab ini kami ingin anak-anak muda tahu, bahwa identitas kita kuat dan beragam,” jelasnya.
Kirab Budaya HUT Sultra ke-62 sendiri resmi dibuka oleh Gubernur Sultra. Selain Muna, parade juga diramaikan perwakilan Kesultanan Buton, Tolaki dan Moronene. Kurang lebih 5.000 peserta terlibat kirab budaya HUT Sultra.
Bagi masyarakat Muna, sambutan meriah ini jadi bukti bahwa budaya bukan sekadar tontonan.
“Applaus yang kami terima adalah energi. Artinya masyarakat Sultra masih cinta sejarahnya sendiri,” ujar Adi Munardi, S.Kom Ketua Kambawuna.
Diketahui tidak kurang dari 4 mobil rombongan Kambawuna yang mengikuti Kirab Pawai Budaya ini, dan akan bertolak kembali Kabupaten Muna keesokan harinya.
Perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra) akan berlanjut dengan pameran UMKM, festival kuliner, dan malam puncak hiburan rakyat di pelataran eks MTQ hingga 27 April mendatang.**








