Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
BATANG, JATENG – Penyelenggaraan KITB RUN 2025 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bukan hanya ajang olahraga, namun telah berkembang menjadi penggerak ekonomi dan magnet baru bagi investor. Dengan lebih dari 2.525 pelari dan ribuan pendamping, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Batang.
Menurut Bupati Batang, M Faiz Kurniawan penyelenggaraan KITB RUN 2025 yang berlangsung di kawasan KEK Industropolis Batang tersebut membuat hotel-hotel di Batang dilaporkan hampir penuh.
Pemerintah Kabupaten Batang memperkirakan nilai transaksi ekonomi yang berputar selama event mencapai Rp15 miliar, dihitung dari rata-rata belanja peserta mulai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.
“Jadi dengan lebih dari 3.000 peserta dan rata-rata belanja peserta antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, event ini diperkirakan menghasilkan nilai transaksi hingga Rp15 miliar,” katanya, Minggu (7/12/2025).
Kemudian dengan sertifikasi IMS, maraton di KITB sudah diakui secara global dan dari sisi penyelenggaraan, peningkatan jumlah peserta dan penambahan kategori half marathon membuat KITB RUN 2025 semakin kompetitif.
“Harapannya event ini menjadi the second major marathon di Jawa Tengah.Dengan sertifikasi IMS, event ini kini diakui secara internasional dan dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu major marathon di Jawa Tengah,” jelasnya.
Bupati mendorong agar Industropolis Run 2026 bisa semakin besar, terlebih dengan rencana hadirnya hotel baru di kawasan KEK Industropolis Batang. Selain memberi dorongan ekonomi, KITB RUN 2025 dinilai mampu memperkuat citra Batang sebagai pusat investasi nasional.
Faiz menyampaikan bahwa masuknya Bank Indonesia ke jajaran sponsor merupakan langkah positif dalam memperkuat ekosistem ekonomi Batang sebagai daerah tujuan investasi.
“Jadi karena di sini adalah pusat investasinya nasional, ini bisa menarik minat lagi dan kemudian memperkuat citranya KITB berikutnya.” ujarnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal yang masuk sebagai sponsor utama menyebut keikutsertaan mereka bukan hanya soal dukungan kegiatan, tetapi strategi untuk memperkenalkan Batang kepada calon investor. BI bahkan mendorong integrasi event lari mendatang dengan agenda investasi formal.
“Kami menilai kombinasi sport tourism, dampak ekonomi, branding investasi, dan aksi sosial menjadikan KITB RUN 2025 sebagai event yang strategis bagi pengembangan kawasan KEK Industropolis Batang ke depan,” ungkapnya.
Di sisi lain KITB RUN 2025 juga turut menguatkan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini.
“Donasi uang melalui QRIS berhasil digalang hingga tercatat sebesar Rp27 juta,” jelasnya.
Sementara itu CEO KITB, I Made Nugrah Wirawan mengatakan selain jumlah peserta meningkat dari sebelumnya 2000 pelari di 2024, bertambah menjadi 2525 pelari di 2025, lalu dari sisi penyelenggaraan pihak panitia tidak hanya menyediakan katagori 5 kilometer dan 10 kilometer, akan tetapi juga ada katagori baru yakni half maraton yang menempuh jarak 21 kilometer.
“Nanatinya penyelenggaraan KITB RUN 2025 di tahun yang akan datang bakal terus ditingkatkan termasuk menambah katagori baru, yakni lari marathon yang menempuh jarak 42 kilometer,” sebut Nugrah Wirawan.
Menurutnya ada yang berbeda dari penyelenggaraan KITB RUN 2025 dengan sebelumnya di mana pada tahun ini berbagai daerah di Indonesia sedang menghadapi banyak bencana seperti di Sumatera dan Aceh.
“Kami dalam kesempatan ini juga melakukan donasi tidak hanya berupa uang, akan tetapi juga mendorong pelari untuk menyumbangkan pakaian serta sepatu yang sudah tidak terpakai lagi dan rencananya bakal dikumpulkan lalu dikirim ke lokasi bencana,” paparnya.**








