Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat industri pertahanan nasional melalui kebijakan strategis dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pertahanan dalam negeri, tetapi juga pada pengembangan ekosistem industri yang mandiri, modern, dan kompetitif secara global.
Melalui pendekatan diplomasi pertahanan yang aktif, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas produksi dalam negeri, pemerintah mendorong kemandirian industri pertahanan sebagai bagian dari pembangunan kekuatan nasional secara menyeluruh.
Visi besar tersebut kini diteruskan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menekankan pentingnya membangun ekosistem pertahanan nasional yang kokoh dan berdaya saing. Menhan Sjafrie mendorong sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga riset dalam menciptakan inovasi strategis serta memperkuat ketahanan nasional berbasis kemampuan dalam negeri.
Komitmen pemerintah dalam membangun industri pertahanan tercermin jelas dalam penyelenggaraan Indo Defence Expo & Forum 2024, yang menjadi ajang pameran pertahanan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, sekaligus menjadi platform strategis untuk memamerkan kemajuan dan potensi industri pertahanan nasional.
Beragam produk unggulan buatan dalam negeri dipamerkan, mulai dari kendaraan tempur, sistem persenjataan, teknologi radar, drone, hingga perlengkapan militer modern lainnya. Pencapaian ini memperlihatkan keseriusan Indonesia dalam menapaki jalur kemandirian pertahanan dan mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.
Indo Defence 2024 juga menjadi ajang diplomasi pertahanan aktif, memperkuat hubungan strategis dengan negara sahabat serta membuka peluang kerja sama industri, baik dalam bentuk investasi, alih teknologi, maupun pengembangan bersama (joint development).
Pemerintah menegaskan bahwa kemandirian industri pertahanan bukan hanya soal penguasaan teknologi, tetapi juga soal kedaulatan dan kesiapan menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo dan Menhan Sjafrie terus mendorong peningkatan kualitas SDM, penguatan BUMN dan swasta pertahanan, serta pembentukan kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan industri nasional.
Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, Indonesia diharapkan mampu membangun sistem pertahanan yang tangguh, efisien, dan berdiri kokoh di atas kemampuan sendiri—sebagai pilar utama dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**








