Kota Pekalongan Butuh 400 Lansia Lagi Untuk Ubah Pandemi Jadi Endemi

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni.

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengungkapkan capaian vaksinasi penguat atau booster sudah mencapai 20.508 ribu orang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sejauh ini sudah 20.508 ribu orang atau 8,6 persen dari sasaran,” kata Budiyanto, Jum’at (18/3/2022).

Ia menjelaskan capaian vaksinasi tersebut terhitung per Selasa 15 Maret 2022. Adapun sasaran vaksinasi adalah lansia yang rentan terpapar Covid-19.

Budiyanto menyebut rendahnya capaian vaksinasi booster yang dilakukan lebih banyak disebabkan oleh lansia yang memang ada kesulitan tersendiri.

Selain perlu mendapatkan perlakuan khusus, kata dia, lansia juga tidak bisa semerta-merta dipaksa atau dioprak-oprak untuk ikut suntik vaksin.

“Jadi Kota Pekalongan sejauh ini menjadi yang terendah di Jateng atau berada di urutan tiga besar,” Jelas Budiyanto.

Penyebab Kota Pekalongan masuk tiga terendah di Jawa Tengah, lanjut dia, lantaran capaian vaksinasi lansia belum 70 persen.

“Saat ini capaian vaksinasi lansia dosis 1 masih di angka 69,32 persen dan dosis 2 baru 60 persen,” terang Budiyanto.

Untuk bisa memenuhi syarat keluar dari pandemi dan berubah menjadi endemi, tutur Budiyanto, Kota Pekalongan butuh vaksinasi 70 persen

Budiyanto mengatakan sisa 1,3 persen atau setara 400 lansia yang belum disuntik vaksin akan dikejar sebelum memasuki bulan puasa.

Strategi yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan melibatkan pihak kelurahan dan petugas puskesmas keliling.

“Misalkan dalam sehari ada 3-4 lansia yang divaksin maka dalam satu pekan target 1,3 persen lansia akan terpenuhi,” pungkasnya.

Pos terkait