Laporan wartawan sorotnews.co.id : Suherman.
JAKARTA – Dalam peringatan Hari Pekerja Migran Internasional (HPMI) 2025 yang digelar di Sasono Langen Budaya TMII pada 18 Desember 2025, Kementerian P2MI memberikan penghargaan kepada para pejuang pelindungan pekerja migran Indonesia. Dua tokoh utama dari Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbumusi (F-Buminu) yang menerima penghargaan khusus tersebut adalah Irham Ali Saifuddin dan Yusri Addin Yusuf (Yusri Albima). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi keduanya dalam memperjuangkan hak-hak dan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Irham Ali Saifuddin dikenal sebagai tokoh buruh yang sudah lama berkecimpung dalam dunia perburuhan. Ia pernah bertugas sebagai Programme Officer di Kantor Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk Indonesia dan Timor Leste. Saat ini Irham menjabat sebagai Presiden DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) masa bakti 2022–2027. Penghargaan “Tokoh Pelopor Gerakan Pembaharuan Pelindungan Migran dan Pekerja Rentan” yang diterimanya pada HPMI 2025 menghargai perjalanan panjang Irham dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, termasuk pekerja migran yang rentan. Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
Yusri Addin Yusuf, yang lebih dikenal dengan nama Yusri Albima, adalah aktivis senior yang konsisten memperjuangkan hak pekerja migran Indonesia. Sejak 2007 Yusri telah menapaki jalan advokasi pekerja migran, termasuk melalui organisasi Gasbiindo yang fokus pada kepentingan PMI. Pengalamannya sebagai pekerja migran juga menambah kepeduliannya: saat bertugas di KBRI Tunisia, Yusri tidak hanya menjalankan tugas diplomatik, tetapi juga menjadi sandaran bagi banyak PMI yang menghadapi masalah hukum atau administratif di luar negeri. Kini selain menjadi Ketua Umum Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI), Yusri juga menjabat Dewan Pakar Federasi Buruh Migran Nusantara Sarbumusi.
“Perjuangan ini bukan tentang saya, tetapi tentang mereka yang berani meninggalkan kampung halaman demi keluarga. Mereka layak mendapat perlindungan dan penghormatan,” tegas Yusri dalam acara tersebut.
Dengan semangat tersebut, Yusri menerima penghargaan “Tokoh Purna Pekerja Migran Indonesia” sebagai apresiasi atas dedikasinya selama ini. Penghargaan dari KP2MI ini ia anggap sebagai simbol pengakuan bahwa setiap pekerja migran Indonesia berhak mendapatkan perlindungan dan penghormatan dari negara.**








