Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Sejumlah mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur dari Program Studi Hubungan Internasional semester 7 melakukan penelitian lapangan terkait perkembangan dan ketimpangan gender dalam sektor UMKM di kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Panggon Mangan Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Senin (17/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Kesetaraan Gender dan Seksualitas Politik Global, yang melibatkan kelompok mahasiswa beranggotakan Mizan Sa’roni, Amelia Putri, Harfi Swastika, Priyanka Kareena, dan Karen Kalisha. Mereka melakukan wawancara langsung dengan pihak kecamatan, pengelola UMKM, serta menyebarkan kuesioner kepada para pelaku usaha di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa menelusuri berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan SWK Panggon Mangan. Pertanyaan yang diajukan mencakup kondisi UMKM saat ini, dukungan pemerintah, masalah yang paling sering muncul, kebersihan area, fasilitas pendukung, serta pola pembinaan bagi pelaku usaha.
Selain itu, mereka juga menyoroti aspek kesetaraan gender, dengan menggali apakah pelaku UMKM perempuan dan laki-laki telah memperoleh kesempatan serta perlakuan yang sama dalam aktivitas usaha di distrik kuliner tersebut.
Camat Karangpilang, BP Ir. Ipong Wisnoe Wardono, M.M., memberikan penjelasan mendetail mengenai struktur pengelolaan SWK Panggon Mangan. Ia menuturkan bahwa lokasi kuliner tersebut berdiri di atas aset milik BPKAD Kota Surabaya, sementara pembangunan fisik dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Permukiman. Setelah itu, pengelolaan kawasan diserahkan kepada Kecamatan Karangpilang, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya.
Untuk aspek kesehatan dan higienitas makanan, pembinaan rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Puskesmas Kedurus. Camat Ipong juga menegaskan bahwa UMKM memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai dasar pendirian, fungsi, dan sistem pengelolaan UMKM di wilayahnya.
Selain berdialog dengan pejabat kecamatan dan pengurus UMKM, mahasiswa juga menyebarkan kuesioner kepada pelaku usaha—khususnya perempuan—untuk menghimpun data mengenai: kondisi ekonomi keluarga, akses terhadap modal, pengalaman mengikuti pelatihan usaha, kemampuan menggunakan teknologi digital, kondisi kesehatan selama bekerja, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di lingkungan SWK.
Data tersebut nantinya dianalisis untuk menilai apakah perempuan pelaku UMKM telah mendapatkan akses, kesempatan, dan perlakuan yang setara dengan rekan laki-laki dalam menjalankan dan mengembangkan usaha masing-masing.
Mahasiswa UPN berharap penelitian ini dapat menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai peran perempuan dalam ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah SWK Panggon Mangan. Temuan lapangan mereka akan dirangkum dalam bentuk policy brief, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai rekomendasi bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan dukungan terhadap UMKM, terutama bagi pelaku usaha perempuan di Kecamatan Karangpilang.**








