Mama-Mama Papua Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur, Desak Pembangunan Pasar Khusus dan Bantuan Modal Usaha

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.

SORONG, PBD — Puluhan pedagang lokal yang dikenal sebagai Mama-Mama Papua melakukan aksi demonstrasi damai di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat Daya pada Selasa (22/7/2025). Mereka datang dari berbagai penjuru Kota dan Kabupaten Sorong untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada Gubernur Elisa Kambu, menuntut perhatian serius dari Pemerintah Daerah terhadap nasib dan kesejahteraan pedagang asli Papua.

Dalam aksi yang berlangsung tertib dan damai, Mama-Mama Papua membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan mereka, seperti “Bangun Pasar Khusus untuk Mama Papua” dan “Dana Otsus Milik Rakyat Papua, Jangan Disembunyikan!”. Mereka menyuarakan keluhan atas kondisi berdagang yang semakin sulit dan ketidakadilan dalam distribusi bantuan Pemerintah, terutama terkait pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Salah satu orator aksi menyampaikan bahwa saat ini Mama-Mama Papua yang berdagang di Pasar Remu dan pasar-pasar lainnya di Sorong menghadapi banyak tantangan, termasuk keterbatasan tempat berjualan, minimnya fasilitas pendukung, serta tidak adanya akses modal usaha dari Pemerintah.

“Kami sudah lama berdagang, tapi tempat kami diabaikan. Tidak ada pasar khusus untuk Mama Papua. Kami butuh tempat yang layak, kami butuh modal untuk usaha. Kami bukan minta-minta, kami hanya menuntut hak kami sebagai rakyat Papua,” ujar orator di hadapan massa dan petugas keamanan.

Aksi ini menjadi sorotan karena selain menuntut pembangunan pasar khusus, para pedagang juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana Otsus yang seharusnya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP). Mereka menduga dana tersebut tidak sepenuhnya sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, dan meminta Gubernur Elisa Kambu untuk terbuka soal alokasi anggaran tersebut.

“Kami tanya, dana Otsus itu dikemanakan? Kenapa kami tidak pernah merasakan manfaatnya? Pemerintah jangan sembunyikan uang rakyat Papua. Ini hak kami,” kata salah satu peserta aksi dengan nada tegas.

Mama-Mama Papua mengaku kecewa karena selama ini Pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan fisik besar, sementara pedagang kecil seperti mereka justru terpinggirkan. Mereka menyatakan bahwa keberadaan pasar khusus bagi Mama Papua akan menjadi bentuk nyata dari keberpihakan Pemerintah terhadap penguatan ekonomi rakyat Papua.

Selain itu, demonstran juga mendesak agar Oemerintah segera menyalurkan bantuan modal usaha, yang dinilai sangat penting untuk menopang aktivitas ekonomi mereka di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Mereka berharap ada program nyata, terukur, dan berkelanjutan yang khusus ditujukan untuk pedagang Mama-Mama Papua.

Aksi ini berjalan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP. Tidak ada bentrokan ataupun tindakan anarkis selama demonstrasi berlangsung. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan petisi kepada staf kantor Gubernur.

Para pedagang berharap, suara mereka tidak diabaikan dan segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata dari Pemerintah.

“Kami akan terus perjuangkan hak kami. Kalau hari ini tidak ditanggapi, kami akan kembali dengan jumlah lebih banyak. Ini bukan sekadar soal pasar, ini soal martabat Mama Papua,” tutup seorang demonstran.**

Pos terkait