Marak Penipuan Lelang Online Mengatasnamakan Pegadaian, Masyarakat Diminta Waspada

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai modus penipuan lelang online yang mengatasnamakan PT Pegadaian kembali marak beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Instagram, hingga Telegram. Penipu menawarkan barang hasil lelang dengan harga jauh di bawah pasaran untuk menarik perhatian masyarakat.

Bacaan Lainnya

Modus ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga menimbulkan keresahan publik karena memanfaatkan nama resmi Pegadaian untuk memperdaya korban.

PT Pegadaian menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menyelenggarakan lelang secara online, apalagi melalui pesan pribadi atau akun-akun tidak resmi.

Para pelaku mempromosikan barang seperti emas dan produk elektronik yang diklaim sebagai barang lelang Pegadaian dengan harga sangat murah. Untuk menambah keyakinan calon korban, akun palsu tersebut sering menggunakan: Logo dan nama perusahaan, Foto outlet Pegadaian, Hingga identitas pegawai yang dipalsukan.

Setelah korban tertarik, pelaku akan mengarahkan komunikasi melalui chat pribadi dan meminta transfer sejumlah uang sebagai “uang muka”, “tanda jadi”, atau “administrasi” ke rekening pribadi penipu.
Seluruh transaksi dilakukan di luar sistem resmi Pegadaian sehingga berpotensi menyebabkan kerugian besar.

Masyarakat diminta mewaspadai beberapa tanda umum penipuan lelang:

1. Harga terlalu murah dan tidak masuk akal.
Barang bernilai tinggi dijual jauh di bawah pasaran.

2. Disebarkan melalui kanal tidak resmi.
Tawaran beredar di WhatsApp, Telegram, DM Instagram, dan grup-grup online.

3. Akun palsu menyerupai akun resmi Pegadaian.
Menggunakan logo atau nama perusahaan tanpa verifikasi.

4. Identitas pegawai palsu.
Pelaku sering menampilkan kartu identitas Pegadaian yang dipalsukan.

5. Bahasa promosi mendesak dan menjanjikan keuntungan besar.

6. Rekening tujuan bukan atas nama PT Pegadaian.

7. Tidak bisa memberikan konfirmasi dari kanal resmi.
Saat diminta verifikasi melalui outlet Pegadaian atau call center, pelaku menghindar.

Dengan memahami ciri-ciri tersebut, masyarakat dapat menghindari tawaran yang berpotensi menipu.

PT Pegadaian menegaskan bahwa seluruh lelang agunan hanya dilakukan secara langsung di outlet Pegadaian atau pada bazar lelang resmi, bukan melalui platform media sosial atau chat pribadi.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada penawaran lelang yang meminta transfer dana ke rekening personal.

Agar masyarakat tidak menjadi korban, berikut langkah pencegahan yang perlu diperhatikan:

1. Verifikasi Informasi Melalui Kanal Resmi

Pastikan informasi hanya diperoleh dari: Situs resmi pegadaian.co.id, Media sosial resmi @pegadaian_id, Kantor cabang Pegadaian terdekat.

2. Jangan Terburu-buru Mengambil Keputusan

Penipu biasanya menggunakan tekanan psikologis agar korban cepat mentransfer uang. Pastikan tetap tenang dan berpikir jernih.

3. Jangan Tergiur Harga Murah

Barang lelang Pegadaian selalu ditaksir sesuai harga pasar oleh tenaga profesional.
Jika harga terlalu murah, sudah pasti patut dicurigai.

Jika menemukan akun, pesan, atau situs yang mengatasnamakan Pegadaian untuk menawarkan lelang online, masyarakat diminta: Menghentikan komunikasi, Tidak membagikan data pribadi, Tidak melakukan transfer dana apa pun, Melaporkan melalui Call Center Pegadaian 1500-569.

Dengan melapor, masyarakat turut membantu mencegah korban lain terjerat penipuan serupa.**

Pos terkait