Laporan wartawan sorotnews.co.id : Samahato Buulolo.
NIAS SELATAN, SUMUT – Puluhan siswa SD Negeri No. 071123 Kecamatan Pulau-Pulau Batu (Tello), Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa (24/2/2026), diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Dapur SPPG Bawofaomasi di bawah naungan Yayasan Sohahau Cahaya Kasih.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, para siswa mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Mereka segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pulau-Pulau Batu.
Sejumlah pihak memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena para siswa cepat mendapat perawatan intensif dari tenaga kesehatan.
Menanggapi kejadian itu, sejumlah tokoh masyarakat Pulau-pulau Batu bersama anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas insiden tersebut.
Anggota DPRD Nias Selatan, Lulujatulo Sarumaha, Sam Buulolo, Amoni Zega, Adilina Ndruru, dan Nurtiza Dakhi, kepada Sorotnews menyatakan bahwa kejadian tersebut sangat disayangkan.
Mereka menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang harus dilaksanakan dengan standar keamanan dan pengawasan ketat oleh pihak yayasan maupun pengelola dapur SPPG.
“Program ini sangat baik untuk mendukung kebutuhan gizi anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar memperhatikan kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan,” tegas para legislator tersebut.
Pasca kejadian, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pulau-Pulau Batu bersama DPRD Nias Selatan, Korwil dan Korcam SPPI, Kepala SPPG Bawofaomasi, tokoh masyarakat, serta anggota DPD RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut langsung menggelar pertemuan untuk menyikapi insiden itu.
Pantauan dilapangan terlihat Anggota DPD RI, Pdt. Pentrad Siagian, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurut Lulujatulo Sarumaha, hasil koordinasi dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menutup sementara operasional Dapur SPPG Bawofaomasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Penutupan ini sebagai langkah pencegahan agar tidak ada korban lanjutan serta menunggu evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Sikap cepat yang diambil oleh pihak terkait, termasuk BGN, DPRD Nias Selatan, serta tokoh masyarakat, mendapat apresiasi dari warga Kepulauan Batu.
Amoni Zega menyatakan, langkah tegas tersebut diharapkan menjadi evaluasi menyeluruh bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan program MBG.
“Ini harus menjadi pelajaran bersama agar pelaksanaan program pemerintah benar-benar mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.**








