Laporan wartawan sorotnews.co.id : Asep Suebu.
SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui pengembangan konsep ekowisata berkelanjutan serta digitalisasi layanan pariwisata guna meningkatkan daya saing destinasi wisata di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program yang dijalankan oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Papua Barat Daya, termasuk pengembangan desa wisata sebagai basis pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kampung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi N. Lamatenggo, mengatakan bahwa arah pembangunan sektor pariwisata di wilayah tersebut difokuskan pada pengembangan wisata berkualitas yang berkelanjutan dengan pendekatan ekowisata.
Menurutnya, tren pariwisata global saat ini semakin mengarah pada destinasi yang ramah lingkungan, memiliki kualitas layanan yang baik, serta mampu menjaga kelestarian alam.
“Sekarang dunia menuntut destinasi wisata yang ramah lingkungan, berkualitas, berkelanjutan, dan rendah emisi karbon. Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat, sangat sesuai dengan konsep tersebut karena memang dikenal sebagai kawasan ekowisata kelas dunia,” ujar Yusdi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya difokuskan pada destinasi utama seperti Raja Ampat, tetapi juga diperluas melalui pengembangan desa wisata di berbagai daerah.
Beberapa kampung di Papua Barat Daya bahkan telah menunjukkan prestasi dalam ajang desa wisata tingkat nasional. Salah satunya Kampung Malaumkarta di Kabupaten Sorong yang berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata nasional.
Selain itu, pada tahun 2024 Kampung Masigit di Kabupaten Sorong juga berhasil menembus 21 besar desa wisata tingkat nasional. Sementara pada tahun 2025 Kampung Nanggo di Kabupaten Tambrauw meraih penghargaan sebagai Harapan II dalam ajang yang sama.
Untuk tahun 2026, pemerintah provinsi kembali mendorong pengembangan dua kampung wisata lainnya, yaitu Kampung Sigit di Kabupaten Sorong Selatan dan Kampung Friwen di Kabupaten Raja Ampat, agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang dikenal secara luas.
“Tujuan pengembangan desa wisata ini adalah agar kampung-kampung memiliki daya tarik wisata serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui sektor pariwisata,” jelasnya.
Selain pengembangan destinasi, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga menggagas Program Gerakan Wisata Bersih yang bertujuan menjaga kebersihan kawasan wisata dari sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata nasional melalui pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
“Melalui Gerakan Wisata Bersih, kami ingin memastikan seluruh destinasi wisata di Papua Barat Daya tetap bersih, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah provinsi juga mulai mengembangkan digitalisasi sektor pariwisata sebagai bagian dari transformasi layanan wisata di era teknologi.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memudahkan wisatawan dalam mengakses berbagai layanan wisata, seperti pemesanan hotel atau homestay, pembelian tiket masuk objek wisata, hingga memperoleh informasi mengenai destinasi wisata secara cepat dan praktis.
“Ke depan sektor pariwisata harus terintegrasi dengan teknologi digital. Wisatawan sekarang menginginkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan, mulai dari memesan penginapan hingga mendapatkan informasi destinasi wisata,” jelas Yusdi.
Ia menambahkan bahwa pengembangan pariwisata di Papua Barat Daya juga didukung oleh peningkatan konektivitas transportasi, terutama setelah Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong ditetapkan sebagai bandara internasional.
Dengan status tersebut, akses wisatawan mancanegara menuju Papua Barat Daya diharapkan semakin terbuka luas, khususnya untuk berkunjung ke destinasi unggulan seperti Raja Ampat yang telah dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terbaik di dunia.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, serta partisipasi aktif masyarakat, sektor pariwisata di daerah tersebut dapat berkembang pesat dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Harapan kami, pariwisata Papua Barat Daya dapat berkembang menjadi destinasi berkelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam,” pungkasnya.**








