Pangdam XIV/Hasanuddin Pimpin Apel Gelar Batalyon Komposit PRCPB

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Burhanuddin. 

MAKASSAR, SULSEL – Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno, memimpin Apel Gelar Batalyon Komposit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kodam XIV/Hasanuddin yang dilaksanakan di Lapangan M. Yusuf, Makodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (23/07).

Bacaan Lainnya

Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Windiyatno menyampaikan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan. Hal ini berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

“Oleh karena itu, penyelenggaraan penanggulangan bencana membutuhkan penataan dan perencanaan yang matang, terarah, serta terpadu agar dapat meminimalisasi kerugian dan membantu korban terdampak,” tegas Pangdam.

Apel ini juga bertujuan untuk mengecek langsung kesiapan Satuan Tugas (Satgas) yang tergabung dalam Batalyon Komposit PRCPB, baik dari segi personel maupun perlengkapan (materiel).

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis, bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan rombongan.

Dalam peninjauan tersebut, Pangkogabwilhan II meninjau kesiapan operasional Batalyon Komposit PRCPB, mulai dari perlengkapan evakuasi, kendaraan operasional, tenda darurat, hingga peralatan medis dan logistik tanggap darurat.

Pangkogabwilhan II memberikan apresiasi atas kesiapan dan semangat personel yang tergabung, serta menekankan pentingnya latihan berkelanjutan guna meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons terhadap bencana secara terorganisir.**

Pos terkait