Pelindo Regional 2 Gelar Coffee Morning Bersama Stakeholder Bahas Penataan Lalu Lintas dan Implementasi TBS di Pelabuhan Tanjung Priok

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya. 

JAKARTA – Dalam rangka memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan serta meningkatkan kelancaran arus barang dan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menggelar acara Coffee Morning yang berlangsung di Ruang Serbaguna Museum Maritim Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder pelabuhan, termasuk perwakilan instansi pemerintah, asosiasi pengusaha truk, operator terminal, hingga pengguna jasa. Acara ini dikemas secara informal guna menciptakan suasana yang lebih terbuka dan interaktif dalam membahas berbagai isu strategis di kawasan pelabuhan.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Coffee Morning ini sebagai sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat komunikasi antar seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi yang solid menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan pelabuhan yang efektif dan efisien.

“Melalui forum informal seperti ini, kita bisa saling menyampaikan aspirasi dan masukan secara langsung, sehingga koordinasi ke depan dapat berjalan lebih baik dan produktif,” ujar Heru.

Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, turut menyampaikan bahwa Pelindo terus berkomitmen melakukan perbaikan layanan melalui evaluasi berkala dan penataan lalu lintas kendaraan secara sistematis.

“Kami terus melakukan improvement terhadap layanan yang ada, termasuk penataan lalu lintas kendaraan di area pelabuhan demi memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa,” tegas Yandri.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah sosialisasi rencana implementasi Terminal Booking System (TBS) Tahap 1 yang akan resmi diberlakukan pada 17 Agustus 2025. TBS merupakan sistem digital yang dirancang untuk mengatur kedatangan truk secara lebih terjadwal guna menghindari kepadatan lalu lintas, keterbatasan lahan parkir, serta mengurangi emisi kendaraan di area pelabuhan.

Dalam pemaparannya, Rino Wisnu Putro selaku narasumber dari tim pengembang sistem, menjelaskan bahwa TBS akan diterapkan secara bertahap dengan prinsip utama yaitu truk wajib melakukan booking slot waktu sebelum masuk ke area pelabuhan. Slot waktu kedatangan akan dibagi dalam tiga sesi per hari.

“Pada tahap awal ini, kami menekankan edukasi kepada pengguna jasa untuk mulai melakukan booking sebelum truk menuju pelabuhan. Ini juga bertujuan untuk mengumpulkan data perilaku pengguna jasa, yang nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem pada tahap selanjutnya,” jelas Rino.

Ia menambahkan bahwa dalam fase awal implementasi, tidak akan diberlakukan penalti atau pelarangan jika truk datang lebih awal dari waktu booking yang telah dipilih, guna memudahkan adaptasi pengguna terhadap sistem baru ini.

Kepala KSOP Heru Susanto menilai, sistem TBS merupakan langkah strategis dalam mendukung digitalisasi logistik nasional serta sejalan dengan implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), karena sistem ini menghadirkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan arus kendaraan dan layanan pelabuhan.

Selain memaparkan sistem TBS, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi terbuka yang membahas tantangan dan solusi dalam pelayanan kepelabuhanan, termasuk masukan dari para pelaku usaha logistik, operator truk, hingga pihak terminal.

EGM Pelindo Regional 2, Yandri Trisaputra, kembali menegaskan komitmen perusahaan dalam terus meningkatkan layanan dan menyambut setiap masukan dari stakeholder demi menciptakan pelayanan pelabuhan yang optimal dan berkelanjutan.

“Acara ini bukan sekadar ajang temu informal, tetapi juga forum konstruktif untuk membangun pemahaman bersama agar sistem dan layanan pelabuhan bisa terus berkembang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antar seluruh pihak, Pelindo berharap implementasi TBS dan berbagai inisiatif lainnya dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, serta mendukung transformasi pelabuhan berbasis digital di Indonesia.**

Pos terkait