Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri.
SURABAYA, JATIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka seleksi untuk enam jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, yang terdiri atas lima kepala dinas dan satu direktur rumah sakit daerah (RSUD Bhakti Dharma Husada/BHD).
Menariknya, proses seleksi kali ini tidak dilakukan melalui mekanisme lelang jabatan terbuka seperti sebelumnya, melainkan dengan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi birokrasi modern yang menjamin proses seleksi lebih transparan, cepat, dan objektif, sekaligus memastikan pejabat yang terpilih benar-benar berdasarkan kompetensi dan kinerja terbaik.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya, Ira Tursilawati, menjelaskan bahwa penerapan sistem Manajemen Talenta ASN merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menekankan pentingnya perencanaan karier dan pengelolaan talenta di lingkungan pemerintahan.
“Manajemen Talenta ini memanfaatkan sistem talent pool yang dikembangkan dan direkomendasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tujuannya agar pejabat yang terpilih nantinya benar-benar berbasis kinerja, berinovasi, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya,” ujar Ira Tursilawati, Rabu (12/11/2025).
Adapun enam jabatan pimpinan tinggi yang saat ini dibuka untuk proses seleksi meliputi:
1. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
2. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkim)
3. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo)
4. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)
5. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip)
6. Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH)
Posisi-posisi strategis tersebut saat ini kosong dan akan segera diisi oleh pejabat terpilih melalui mekanisme manajemen talenta ASN.
Lebih lanjut, Ira menyebut bahwa seluruh ASN di lingkungan Pemkot Surabaya dapat mengecek posisi dan status mereka dalam peta manajemen talenta atau box talent secara mandiri melalui menu eDoku di aplikasi ESDM masing-masing.
“ASN yang memenuhi kriteria di Box 9 akan diundang untuk mengikuti proses seleksi dengan cara mengajukan proposal minat dan kesesuaian jabatan kepada BKPSDM Kota Surabaya,” jelasnya.
Ira menegaskan bahwa sistem talent pool ini bertujuan untuk mendorong ASN berprestasi agar mendapatkan kesempatan promosi karier yang lebih terukur dan akuntabel.
Pemkot Surabaya berharap proses seleksi berbasis manajemen talenta ini dapat menghasilkan pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses ini agar berjalan transparan dan objektif. Melalui sistem ini, kami ingin melahirkan pemimpin birokrasi yang mampu membawa perubahan nyata bagi peningkatan pelayanan publik di Surabaya,” tandas Ira Tursilawati.
Dengan diterapkannya sistem manajemen talenta ASN, Pemkot Surabaya menjadi salah satu pemerintah daerah pionir dalam menjalankan mekanisme rekrutmen jabatan tinggi yang modern, terukur, dan berbasis kinerja, sesuai arah kebijakan reformasi birokrasi nasional.**








