Pojok Baca Rutan Pekalongan, WBP Manfaatkan Waktu untuk Menimba Ilmu dan Mempersiapkan Diri

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

PEKALONGAN, JATENG – Pojok Baca di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali menjadi pusat perhatian dan antusiasme para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (26/6/2026). Sejak pagi, puluhan WBP tampak memadati area perpustakaan mini yang berada di sudut ruang bimbingan kegiatan, memanfaatkan waktu luang untuk membaca dan memperluas wawasan.

Perpustakaan yang dikenal sebagai Pojok Baca ini menyediakan beragam koleksi buku dari berbagai genre, mulai dari ilmu pengetahuan umum, keagamaan, hukum, hingga keterampilan wirausaha. Keberadaan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan intelektual dan moral di lingkungan pemasyarakatan.

“Saya tidak ingin waktu selama di sini terbuang percuma. Lewat Pojok Baca, saya bisa terus belajar, memperbaiki diri, dan menyiapkan masa depan saat kembali ke masyarakat,” ungkap salah seorang WBP yang ditemui di lokasi.

Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anang Saefulloh, menjelaskan bahwa fasilitas Pojok Baca merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak WBP terhadap akses literasi dan informasi.

“Rutan Pekalongan bukan sekadar tempat menjalani masa tahanan, tapi juga ruang pembelajaran. Pojok Baca adalah sarana kami untuk mendidik, membina, dan membekali WBP agar mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Anang.

Ia juga menambahkan, kehadiran Pojok Baca adalah implementasi nyata dari amanat konstitusi dan semangat Undang-Undang Pemasyarakatan, yang menekankan pentingnya proses pembinaan dan rehabilitasi sosial bagi narapidana.

Dengan lingkungan yang kondusif dan dukungan penuh dari petugas, Pojok Baca terus menjadi pusat kegiatan positif di dalam rutan. Program ini tidak hanya membentuk kebiasaan membaca di kalangan WBP, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemandirian, integritas, dan kesiapan mental untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Rutan Pekalongan berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam mengembangkan program literasi sebagai bagian integral dari sistem pembinaan narapidana.**

Pos terkait