Presiden Prabowo Lanjutkan Lawatan ke Belgia, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis dengan Uni Eropa

Laporan wartawan sorotnews.co.id : S.Ranex/Red.

BRUSSEL, BELGIA – Usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Brasil, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian lawatan diplomatiknya ke kawasan Eropa dengan kunjungan resmi ke Kerajaan Belgia, Sabtu (12/7/2025).

Bacaan Lainnya

Dalam agenda penting di Brussel, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, untuk memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, dan hubungan multilateral.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah komitmen kedua pihak untuk memperdalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia–EU CEPA). Presiden Prabowo menekankan bahwa kerja sama ini akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan perdagangan yang berkelanjutan dan membuka peluang investasi yang lebih luas di sektor-sektor strategis dalam negeri.

“Kami menyepakati perlunya memperkuat CEPA untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas, baik dalam perdagangan maupun investasi. Ini penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan usai pertemuan.

Selain kerja sama ekonomi, Uni Eropa juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sektor pendidikan dan penguatan hubungan antarlembaga di level internasional. Salah satu bentuk konkret dukungan tersebut adalah pengadopsian kebijakan baru terkait visa Schengen yang lebih ramah bagi warga negara Indonesia (WNI).

Kebijakan visa yang disesuaikan ini diharapkan akan mempermudah mobilitas warga Indonesia ke negara-negara anggota Uni Eropa, baik untuk tujuan pendidikan, bisnis, maupun diplomasi. Langkah ini juga diyakini akan memperkuat kemitraan berbasis kepercayaan dan konektivitas antarbangsa.

Lawatan kenegaraan ke Belgia menjadi bagian penting dari upaya Indonesia dalam memperluas jejaring diplomasi global di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan politik luar negeri aktif dan berbasis kepentingan nasional.**

Pos terkait