Laporan wartawan soritnews.co.id : Red.
BOGOR, JABAR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada para peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 di kampus Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, pada Rabu (4/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana.
Program SPPI merupakan salah satu program strategis pemerintah yang digagas untuk mencetak generasi muda unggul, yang tidak hanya disiapkan sebagai komponen cadangan pertahanan negara, tetapi juga sebagai agen perubahan di berbagai sektor pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut bahwa peserta SPPI adalah calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Kita membutuhkan generasi muda yang memiliki integritas, kapasitas, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Program SPPI ini bukan sekadar pelatihan militer atau bela negara, tetapi pembentukan karakter dan semangat juang untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendekatan multidisipliner dalam pembangunan nasional. Ia mendorong para peserta SPPI untuk menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, akademisi, dan pemerintah daerah.
“Membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama antarelemen bangsa. Kalian adalah ujung tombak perubahan yang harus mampu bekerja lintas sektor, memahami tantangan global, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila,” imbuhnya.
Sementara itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa SPPI merupakan salah satu bentuk investasi strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap lulusan SPPI mampu menjadi penggerak pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Dadan Hindayana, juga menambahkan pentingnya pembangunan manusia dari aspek kesehatan dan gizi, yang menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang tangguh secara fisik dan mental.
Program SPPI Batch-3 tahun 2025 ini diikuti oleh ratusan sarjana muda dari berbagai daerah di Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat. Mereka akan mengikuti pembekalan intensif selama beberapa bulan dengan materi yang mencakup wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kewirausahaan sosial, dan ketahanan nasional.
Dengan pengarahan langsung dari Presiden dan dukungan penuh lintas kementerian serta lembaga, SPPI diharapkan menjadi model pengembangan kepemudaan terpadu yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan jangka panjang menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing global pada 2045.**








