Ratusan Siswa SMK Kandeman Batang Alami Diare Usai Makan Bersama, Sekolah Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Foto: Petugas media dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mengevakuasi siswi yang terbaring lemah di sekolah akibat diare, Jum'at (31/10/25).

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin. 

BATANG, JATENG – Ratusan siswa SMK Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami gejala diare massal setelah kegiatan makan bersama di sekolah pada Kamis 30 Oktober 2025. Pihak sekolah menduga para siswa mengalami gejala keracunan makanan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan setempat.

Salah satu siswi kelas 12 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Retno Yuliana (17), menceritakan awal mula dirinya dan teman-teman merasakan sakit perut setelah santap makan siang yang disajikan saat kegiatan Makan Bersama Gratis (MBG).

“Kemarin itu makan sekitar jam 12 siang, menunya ayam opor, tahu bakso, sayur, dan buah salak. Rasanya enak, enggak ada yang basi atau mencurigakan,” kata Retno saat ditemui di sekolah, Jumat (31/10/2025).

Retno mengaku mulai merasa sakit perut pada malam hari dan sempat mengira hanya masuk angin biasa. Namun keesokan paginya, gejala berlanjut menjadi diare dan hal yang sama juga dialami teman-temannya.

“Paginya sebelum berangkat sekolah saya mulai diare, tapi tetap masuk sekolah. Sampai sekolah baru tahu ternyata banyak teman juga diare. Ada dua teman yang sempat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Kandeman Batang, Setiyanto, membenarkan adanya laporan sejumlah siswa yang mengeluh diare setelah makan bersama. Namun ia menegaskan, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah penyebabnya berasal dari makanan yang disajikan.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel muntahan dan sisa makanan. Jadi belum bisa memastikan apakah benar karena MBG atau sebab lain,” kata Setiyanto.

Menurut Setiyanto, hampir seluruh siswa yang mengikuti kegiatan makan bersama mengalami gejala serupa dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.

“Dari laporan wali kelas, ratusan siswa mengalami diare. Hanya satu siswa yang sempat dirujuk ke RSUD Kalisari Batang dan kini sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, menu makan siang saat kegiatan MBG terdiri dari ayam, tahu bakso kukus, sayur caisim, dan buah salak. Makanan dikirim ke sekolah sekitar pukul 12.30 WIB, sedikit lebih lambat dari biasanya.

“Biasanya makanan datang sekitar jam 11 sampai setengah 12, tapi kemarin baru datang sekitar setengah satu,” ucap Setiyanto.**

Pos terkait