Laporan wartawan sorotnews.co.id : Udin.
BATANG, JATENG – Bupati Batang, M Faiz Kurniawan angkat bicara terkait kasus yang menimpa seorang pasien RSUD Kalisari yang diduga menjadi korban malpraktik. Ia mengaku sudah menerima laporan tersebut dan meminta wartawan untuk menanyakan hal itu ke Dinas Kesehatan.
“Tanyanya ke Dinas Kesehatan saja soal rumah sakit, itu dokter nanti saya salah lagi. Tapi yang jelas saya sudah dapat laporan tersebut, sebenarnya kejadian sudah tahun lalu kan. Saya sebenarnya sudah dapat laporan ke saya sekitar dua bulan atau tiga bulan yang lalu,” beber Faiz di acara peresmian pabrik Nike di BIP Batang, Senin (29/9/25).
Ia menegaskan bahwa setahu dirinya sudah dilakukan komunikasi dengan pihak yang terkait karena dari Dinkes maupun RSUD sudah memiliki data-data sehingga nanti bisa dikonfirmasi.
Diberitakan sebelumnya, Mistono (59), warga Desa Gondang, Kecamatan Subah, mengaku tujuh bulan merasakan sakit hebat pascaoperasi kencing batu di RSUD Kalisari Batang, ia baru mengetahui penyebab utamanya: selang sepanjang 30 sentimeter tertinggal di dalam tubuhnya.
“Setelah operasi pengambilan selang di RS Siti Khodijah Pekalongan, saya langsung sehat kembali. Rasane lega, wong sakdurunge meh putus asa,” kata Mistono saat ditemui di rumahnya, Jumat (26/9/2025).
Sebelumnya, kondisi Mistono sempat memburuk. Ia terus mengeluarkan darah dan nanah setiap buang air kecil, bahkan divonis mengidap HIV oleh pihak rumah sakit. Vonis itu membuatnya tertekan secara mental sekaligus sosial, lantaran keluarga dan lingkungan sempat menjauh. Namun hasil laboratorium independen membuktikan dirinya nonreaktif HIV.
“Selama tujuh bulan bapak menderita. Bukan hanya sakit, tapi juga tekanan sosial. Kami sangat kecewa,” ujar Yusro, anak pertama Mistono. Ia menegaskan keluarga akan meminta pertanggungjawaban RSUD Batang.
Hingga kini pihak RSUD Kalisari Batang belum memberikan keterangan resmi. Namun keluarga Mistono sudah mendapat undangan untuk bertemu manajemen rumah sakit pada Selasa (30/9/2025).
“Kami berharap ada keadilan. Bapak saya sudah terlalu lama menderita,” tambah Yusro.
Pihak keluarga berharap kasus ini tidak terulang lagi.
“Kami cuma ingin keadilan. Kalau memang ada kesalahan, ya harus bertanggung jawab. Jangan sampai ada orang lain ngalami kayak saya,” tuturnya.**








