Strategi 4 K Diterapkan, Inflasi di Kota Pekalongan Menurun

Laporan wartawan sorotnews.co.id : Toni. 

KOTA PEKALONGAN, JATENG – Pemerintah Kota Pekalongan menerapkan strategi 4 K untuk menekan angka inflasi. Strategi tersebut merupakan intervensi pasar terhadap pengendalian harga sembilan bahan pokok.

Kabag Perekonomian dan SDA Betty Dahfiani Dahlan mengatakan, strategi 4 K yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif menjadi evaluasi sekaligus monotoring terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

Praktinya, kata dia, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) akan mengevaluasi sekaligus memonitor ke pasar-pasar, toko ritel maupun toko moderen.

“Temuannya akan seperti apa, misal ada penurunan stok maka kita akan minta distributornya menambah pasokan agar ada pengendalian,” jelas Betty, Selasa (15/11/2022).

Pengendalian lainnya, lanjut Betty, pihak dinas bekerjasama dengan stakeholder terkait untuk kelancaran distribusi agar tidak terjadi kemacetan atau terhambat dalam pengiriman terutama saat menghadapi Natal dan Tahun Baru.

Adapun strategi komunikasi efektif adalah selalu berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menguatkan strategi yang dijalankan.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam belanja seperti hanya membeli sesuai kebutuhan saja.

“Kita support bersama agar jangan sampai harga bahan pokok di pasaran naik tinggi. Kita mulai kendalikan bersama,” tutupnya.

Betty mengungkapkan angka inflasi di Kota Pekalongan mengalami penurunan dari September ke Oktober. Angka inflasi September tercatat 7,18 persen, turun menjadi 6,63 persen di Oktober.

“Jadi inflasi month to month Oktober ini mengalami deflasi untuk bahan-bahan pokok dibandingkan September sebesar 1,17 persen,” tandasnya.

Pos terkait