Laporan wartawan sorotnews.co.id : Sugeng Tri Asmoro.
SURABAYA, JATIM – Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi di sektor pariwisata. Kali ini, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu berhasil masuk dalam daftar 10 besar destinasi liburan singkat (micro-travel) terfavorit di Asia, berdasarkan data terbaru dari sebuah platform perjalanan digital asal Singapura.
Pencapaian ini dinilai sebagai buah dari konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membenahi dan mengembangkan berbagai destinasi wisata baru. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
“Kita sekarang membangun lebih banyak tempat wisata, ada offroad, kawasan Kota Lama, dan berbagai fasilitas liburan singkat lainnya. Kita juga terus menata keindahan kota seperti jalur pedestrian, parkir tepi jalan, serta menertibkan aktivitas jualan di trotoar. Semua ini untuk membuat wisatawan nyaman ketika berkunjung ke Surabaya,” kata Wali Kota Eri dalam keterangannya, Jumat (4/7/2025).
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu, penataan fasilitas umum yang baik akan berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan. Semakin ramai kunjungan, maka akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
“Ketika tempat wisata ramai, restoran hidup, hotel terisi, dan pada akhirnya akan menghasilkan pemasukan bagi kota lewat pajak. Semua ini bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa kita gunakan untuk program sekolah gratis, layanan kesehatan gratis, dan program sosial lainnya,” tegasnya.
Dalam laporan tersebut, Surabaya menempati peringkat ke-10 dari total destinasi liburan singkat paling diminati di Asia. Surabaya mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya seperti : Kuala Lumpur (Malaysia), Seoul dan Jeju (Korea Selatan), Taipei dan Kaohsiung (Taiwan), Manila (Filipina), Pattaya (Thailand), Nagoya (Jepang), Penang (Malaysia).
Surabaya disebut unggul karena terus menghadirkan destinasi baru yang ramah wisatawan dan mudah diakses, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, dalam format perjalanan singkat atau weekend getaway.
Masuknya Surabaya dalam daftar top 10 destinasi Asia menjadi bukti bahwa strategi pembangunan kota berbasis kenyamanan dan pariwisata sudah berada di jalur yang tepat. Pemkot Surabaya juga terus mendorong kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas, dan sektor swasta untuk memperkuat daya tarik wisata kota.
“Menata kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi warga dan pengunjung. Ketika itu terjadi, investasi akan masuk dan ekonomi rakyat ikut tumbuh,” pungkas Cak Eri.**








