Laporan wartawan sorotnews.co.id : Agus Arya.
ACEH TAMIANG – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatra Sekar (Serikat Karyawan) TelkomGroup menyalurkan bantuan dan program kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025).
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TelkomGroup terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bakti Bagi Negeri (BBN), komunitas sosial di bawah naungan Yayasan Sekar Telkom yang berfokus pada peningkatan literasi dan kesejahteraan anak.
Bantuan kemanusiaan sekaligus program pendampingan ini diikuti oleh lebih dari 200 anak di sejumlah desa yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Telkom untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus memastikan keberlangsungan literasi dan proses belajar anak-anak usia sekolah tetap terjaga di tengah masa pemulihan pascabencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing lokasi terdampak. Di Desa Babo, bantuan yang disalurkan meliputi pakaian layak pakai, paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis, paket logistik, obat-obatan, serta susu untuk anak-anak.
Sementara itu, di Desa Sulum, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan tidur seperti tikar dan selimut, pakaian layak pakai, serta dukungan infrastruktur darurat berupa konektivitas satelit, genset, dan bahan bakar guna menunjang aktivitas warga dan operasional posko kebencanaan. Bantuan serupa berupa keperluan tidur, genset, dan bahan bakar genset juga disalurkan ke Desa Juar, sedangkan Desa Pandiangin menerima bantuan kebutuhan logistik.
Selain bantuan logistik, program pendampingan dan trauma healing bagi anak-anak turut dilaksanakan di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, beberapa waktu lalu. Bersama Relawan Telkom Peduli, kegiatan diisi dengan berbagai permainan edukatif yang bertujuan memberikan semangat, membantu anak-anak mengekspresikan emosi, serta memulihkan rasa aman di masa pemulihan pascabencana.
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Kesehatan Telkom bersama Telkomedika juga menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan, sebagai bagian dari upaya pemulihan kesehatan warga terdampak.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen TelkomGroup untuk terus hadir memberikan dampak positif dan pendampingan bagi masyarakat di masa pemulihan dan normalisasi pascabencana.
“TelkomGroup tidak hanya berfokus pada pemulihan konektivitas, tetapi juga berupaya menghadirkan dukungan sosial yang nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kolaborasi bersama Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta membantu anak-anak tetap merasa aman dan terhibur di masa pemulihan,” ujar Seno.
Sejalan dengan hal tersebut, Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 1 Sumatra, Dwi Pratomo Juniarto, menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu area yang terdampak signifikan. Oleh karena itu, kami memastikan bantuan disalurkan secara langsung dan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap desa, mulai dari kebutuhan dasar, dukungan fasilitas darurat, hingga layanan kesehatan gratis. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga program ini dapat berjalan dengan baik,” kata Dwi.
Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap dapat turut mempercepat pemulihan sosial pascabencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. TelkomGroup juga berkomitmen untuk terus berperan aktif melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung pemulihan yang berkelanjutan di wilayah terdampak bencana.**








